Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 3.689 titik. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya, termasuk Lampung yang mencatat 353 titik, Jambi 438 titik, serta Bangka Belitung 296 titik.
Sementara itu, Riau tercatat muncul 16 hotspot. Titik panas tersebut tersebar di sejumlah daerah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak enam titik.
Selanjutnya, Kabupaten Kuantan Singingi, Pelalawan, dan Siak masing-masing terpantau dua titik. Kabupaten Kampar satu titik, Kabupaten Indragiri Hilir satu titik, serta Kota Pekanbaru dua titik.
Selain Riau, hotspot juga terpantau di Sumatera Utara satu titik, Sumatera Barat satu titik, Bengkulu tujuh titik, dan Kepulauan Riau lima titik.
Di tengah kondisi tersebut, cuaca Riau pada Rabu diprakirakan masih berpotensi mengalami kekaburan udara akibat asap. Pada pagi hari, kondisi udara kabur hingga berawan dengan hujan ringan di sebagian wilayah Rokan Hilir, Bengkalis, dan Kota Dumai.
Memasuki siang hingga sore, udara berpotensi kabur akibat asap dengan kondisi cerah berawan. Hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Siak, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti.
Pada malam hari, kekaburan udara akibat asap masih berpotensi terjadi. Hujan ringan hingga sedang diprakirakan turun di sebagian wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Siak, Dumai, dan Pekanbaru.
Kondisi serupa berlanjut pada dini hari, dengan udara berpotensi kabur akibat asap dan hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Bengkalis, Kampar, Siak, serta Dumai.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, dan Siak pada malam hingga dini hari.
Suhu udara Riau diprakirakan berada pada kisaran 23–34 derajat Celsius dengan kelembapan 45–90 persen. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Sementara itu, tinggi gelombang di wilayah perairan Riau diprakirakan berkisar 0,5–1,25 meter dan masih berada pada kategori rendah.
Forecaster on Duty, Alfa Nataris, turut mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan.
“Masyarakat kami imbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat,” imbaunya. ***