TNI-Polri dan Pemda Bengkulu Selatan Kick-Off Gerakan Radin Inten ASRI di Pantai Pasar Bawah

I

Isman

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:57 WIB

TNI-Polri dan Pemda Bengkulu Selatan Kick-Off Gerakan Radin Inten ASRI di Pantai Pasar Bawah
Bupati H. Rifai Tajudin, S.Sos., Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian, S.I.K., M.Si., Dandim 0408/Bengkulu Selatan-Kaur Letkol Inf Angga Anugrah, S.H., M.I.P., Wakil Bupati Yevri Sudianto, pada Gerakan Radin Inten ASRI di Pantai Pasar Bawah.

BENGKULU SELATAN, AmiraRiau.com – Ancaman terhadap kawasan pesisir tidak selalu datang dalam bentuk abrasi atau gelombang besar. Tumpukan sampah yang perlahan menggerus keindahan pantai justru menjadi ancaman nyata yang sering luput dari perhatian. Dari kesadaran itulah Gerakan Radin Inten ASRI lahir-bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ikhtiar kolektif membangun budaya baru: menjaga alam sebagai tanggung jawab bersama.

Jumat (10/7/2026) pagi, Pantai Pasar Bawah berubah menjadi ruang kolaborasi. Sejak pukul 06.00 WIB, personel TNI, Polri, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi perangkat daerah, hingga masyarakat menyatu dalam satu tujuan, mengembalikan wajah pesisir agar tetap bersih, sehat, dan layak diwariskan kepada generasi mendatang.

Gerakan yang digagas Kodim 0408/Bengkulu Selatan-Kaur itu diawali dengan peluncuran serentak secara virtual yang dipimpin Pangdam XXI/RI Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han). Momentum tersebut menjadi penanda bahwa isu lingkungan kini ditempatkan sebagai bagian penting dari ketahanan wilayah. Sebab, menjaga alam sejatinya sama dengan menjaga kehidupan.

Gerakan Raden Inten ASRI di Bengkulu Selatan dihadiri Bupati H. Rifai Tajudin, S.Sos., Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian, S.I.K., M.Si., Dandim 0408/Bengkulu Selatan-Kaur Letkol Inf Angga Anugrah, S.H., M.I.P., Wakil Bupati Yevri Sudianto, Sekda Ir. Susmanto, M.M., unsur Forkopimda, kepala OPD, serta ratusan masyarakat yang turun langsung memungut sampah di sepanjang garis pantai. Bahkan, sejumlah personel berenang menyisir perairan untuk mengangkat sampah yang mengotori laut.

Pemandangan itu menghadirkan pesan kuat bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya melalui regulasi. Kesadaran publik dan keteladanan para pemimpin menjadi fondasi utama untuk mengubah perilaku masyarakat terhadap alam.

Dandim 0408/Bengkulu Selatan Letkol Inf Angga Anugrah menegaskan, Gerakan Radin Inten ASRI merupakan investasi sosial jangka panjang dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

"Kita ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan bukan pekerjaan sesaat. Lingkungan yang bersih akan menghadirkan kesehatan, kenyamanan, bahkan membuka peluang ekonomi melalui sektor pariwisata. Karena itu, budaya gotong royong harus terus hidup sebagai karakter masyarakat," ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur yang berdiri megah, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga ruang hidupnya secara berkelanjutan.
Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajudin menilai Gerakan Radin Inten ASRI harus menjadi titik awal perubahan pola pikir masyarakat. Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolis, melainkan harus menjadi kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran setiap individu.

"Pantai Pasar Bawah adalah wajah Bengkulu Selatan. Jika kawasan ini bersih, masyarakat yang pertama merasakan manfaatnya, begitu pula sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Karena itu, menjaga lingkungan harus menjadi gerakan bersama yang terus dilakukan, bukan hanya hari ini," katanya.

Komitmen itu kemudian diperkuat dengan aksi sosial berupa pembagian 19 paket sembako kepada warga sekitar Pantai Pasar Bawah. Bantuan tersebut menjadi pelengkap pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian menegaskan, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci keberhasilan dalam membangun daerah yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

"Gerakan Radin Inten ASRI menunjukkan bahwa ketika TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat bergerak bersama, persoalan sebesar apa pun akan lebih mudah diatasi. Menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar memenuhi kewajiban, tetapi bentuk tanggung jawab moral kita kepada anak cucu yang kelak akan menikmati kawasan ini. Polres Bengkulu Selatan siap terus bersinergi mendukung setiap kegiatan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.

Rangkaian kegiatan yang berakhir sekitar pukul 08.30 WIB itu berlangsung aman dan tertib. Namun, nilai terpenting dari Gerakan Radin Inten ASRI bukanlah berapa banyak sampah yang berhasil diangkut pagi itu. Lebih dari itu, gerakan tersebut mengirimkan pesan bahwa menjaga lingkungan harus menjadi gerakan budaya, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim dan persoalan sampah yang semakin kompleks, Pantai Pasar Bawah memberikan pelajaran sederhana namun penting perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Dan ketika gotong royong menjadi kebiasaan, menjaga bumi bukan lagi sekadar slogan, melainkan bagian dari jati diri masyarakat.***

Penulis: DL

Editor: isman