H. Syahrul, dikatakan sangat mengapresiasi cara masyarakat dalam menghadapi dan menyikapi keadaan dan situasi banjir ini dengan kegiatan positif dan menghibur.
"Ini adalah sesuatu yang berbeda dan positif tentunya, ungkap Juwana mengakhiri.
Lomba Mancing
Lomba mancing ceria ini diikuti ratusan masyarakat. Menariknya, kegiatan mancing ceria dilaksanakan di tengah kebun dan ladang masyarakat yang saat ini tergenang bak lautan akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa minggu terakhir.
Nasrobi, Ketua Panitia Kegiatan didampingi Edi dan segenap tokoh pemuda setempat, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai ajang hiburan terkhusus untuk anak-anak yang saat ini sedang dalam masa liburan sekolah, juga moment kebersamaan dan persatuan masyarakat disini.
[caption id="attachment_53968" align="alignnone" width="1600"]
Masyarakat peserta lomba mancing[/caption]
"Anak-anak sangat antusias dan bersemangat mengikuti lomba mancing ini, mulai dari yang besar sampai ke yang kecil. Kegiatan ini disponsori oleh beberapa pihak dan dari bantuan ini panitia menyiapkan hadiah-hadiah menarik untuk pemenang lomba," ujar Nasrobi.
Ibu-ibu tak kalah antusias, yang terus mendampingi dan memberikan semangat kepada anak-anaknya yang sedang memancing.
Keseruan ini membuat Bapak-bapak yang mayoritas hobi memancing pun keluar ide untuk membuat lomba mancing untuk kalangan dewasa di momen berikutnya.
Suroso, Ketua RK 03 menyampaikan, curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air mengalami peningkatan sehingga membanjiri seluruh kebun sawit dan karet.
Kata Suroso, akibat banjir masyarakat mengalami kesulitan dalam aktivitas kebun. Hal ini tentu sangat berdampak terhadap perekonomian kita.
"Memang saat ini banjir belum sampai masuk ke daerah pemukiman, masih di areal perkebunan masyarakat, namun kami berharap agar saluran-saluran parit atau kanal di sini yang tersumbat dan menghalangi jalan air dapat diperhatikan agar banjir tidak sampai ke pemukiman. Perhatian dari pemerintah dan pihak-pihak terkait diperlukan,” tutur Suroso.(yd)***