- Ramadan Berselimut AI
- Honorer Riau Jangan Risau, Gaji Masih Dianggarkan Meski Pengangkatan CPNS dan PPPK Ditunda
Abdul Wahid bukan sekadar pejabat. Ia adalah simbol perjuangan dan bukti bahwa mimpi besar bisa diraih oleh siapa saja. Dulu, ia hanyalah anak desa yang bekerja serabutan, bahkan pernah menjadi kuli bangunan. Namun, berangkat dengan tekad dan kerja keras, ia meniti jalan panjang hingga akhirnya menduduki kursi Gubernur Riau.
"Tidak pernah saya impi-impikan menjadi gubernur, saya dulu dibawa berdagang sama ayah saya ke Batam sampai ke Singapura pak, dan kedepannya pun saya berfikir akan berdagang," jelas Wahid.
Baca Juga:
Lebih lanjut, orang nomor satu di Riau itu mendorong generasi muda desa untuk terus berjuang menggapai cita-cita. Serta, terhindar dari berbagai pengaruh buruk pergaulan, apalagi sampai menggunakan narkoba.
"Anak mudah harus disibukkan dengan kegiatan positif. Sehingga tidak ada fikiran negatif yang dikerjakan untuk merusak diri. Jangan sampai ada pengguna narkoba disini. Jika sudah kenak narkoba, daya fikirnya akan menurun, maka kita jaga bersama generasi muda kita," sebutnya.
"Jadi, jika ada pengedar narkoba di kampung kita, laporkan saja. Saya ingin anak anak muda kita terjaga pemikirannya, otaknya," imbuhnya.
Lalu, Wahid ungkapkan sangat membuka diri dengan berbagai masukan dan kritikan selama masa kepemimpinannya. Selama itu berorientasi kepada kemajuan dan pembangunan di Provinsi Riau.
"Semoga saya diberikan kekuatan, saya dikritik, diberi saran agar selalu menjaga transparansi, keterbukaan, tidak ada sekat dengan masyarakat, doakan saya," pungkasnya.***