Area Controller PT. Aneka Intipersada, Lili, didampingi aparat kepolisian menemui masyarakat yang berdemo.[/caption]
"Namun yang mengherankan, kenapa hak kemitraan itu tidak direalisasikan. Kita ingin PT. AIP menjadi mitra yang mengayomi masyarakat, bukan menjadi PMA yang terkesan bandel yang tidak perduli dengan masyarakat," tutur Dt. Heri Ismanto.
Hal yang sama juga disampaikan Denni Afrialdi, Sekretaris YAMAM Riau. Menurutnya, PT. AIP harus segera merealisasikan komitmen untuk memenuhi tuntutan hak kemitraan masyarakat.
"Kemitraan itu adalah hak masyarakat tempatan dan perusahaan jangan lagi berjanji dan berjanji," kata Deni.
Setelah mendapatkan jawaban dari manajemen PT. AIP, masyarakat kemudian membubarkan diri dengan tertib.
Diberitakan sebelumnya, sebelum berdemo, ratusan massa dari 4 desa berkumpul di Tualang Timur.
Aksi yang kedua ini, adalah untuk menagih janji yang disampaikan PT. AIP saat pertemuan pertama pada 31 Januari 2024 lalu soal hak kemitraan terhadap masyarakat tempatan.
Pengamatan di lapangan, massa yang merupakan masyarakat tempatan terlihat bersemangat untuk melakukan aksi di PT. AIP.***