JAMBI – Beredar video di media sosial, siswa pawai gerak jalan untuk memperingati HUT ke-78 RI di jalan nasional Sarolangun-Tembesi provinsi Jambi terhalang kemacetan.
Kemacetan di jalan nasional dengan lokasi Desa Ampelu hingga Tembesi, baru terurai setelah semua angkutan batu bara berhasil masuk ke kantong parkir. Kemacetan parah mulai terjadi saat terjadi bentrok dua desa yaitu Desa Karmeo dan Tanjung Marwo, Selasa (15/8/2023) malam.
“Kemacetan dari malam berimbas sampai pagi. Itu karena masih ada angkutan batu bara yang belum masuk kantong parkir,” kata Kasat Lantas Polres Batanghari AKP Eko Sudiharsono, saat dilansir kompas.com, Rabu (16/8/2023).
Namun kemacetan hanya terjadi sebentar pada pagi hari, setelahnya pihak kepolisian berhasil megurai kemacetan. Di tahun ini, pawai gerak jalan anak sekolah dalam memperingati kemerdekaan HUT ke-78 RI, tidak bisa leluasa menggunakan badan jalan.
“Memang biasanya pawai gerak jalan menggunakan badan jalan, tetapi karena ada kepadatan lalu lintas mereka gunakan bahu jalan,” kata Eko.
Dalam video berdurasi 14 detik itu, tampak siswi SMP yang sedang melaksanakan pawai gerak jalan, terpaksa menggunakan jalan tanah atau berada di pinggir jalan, karena ruas jalan nasional tengah dipadati kendaraan dengan tonase besar.***

