Global Sumud Flotilla for Gaza

I

Isman

Selasa, 19 Mei 2026 | 13:41 WIB

Global Sumud Flotilla for Gaza

Oleh: Hasrul Sani Siregar, MA

TRAGEDI kemanusiaan kembali terjadi terhadap misi kapal kemanusiaan yang bernama Global Sumud Flotilla. Bantuan kemanusiaan tersebut menuju Gaza dan dicegat oleh angkatan laut Israel di perairan Siprus, Mediterania Timur. Sejumlah relawan asal Indonesia yang tergabung dalam kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla tersebut, dicegat oleh angkatan laut Israel di perairan Siprus pada senin lalu.  Satu orang diberitakan yaitu seorang jurnalis Republika yang bernama Thoudy Badai yang berada di kapal Ozgurluk hilang kontak. Ada delapan warga Negara Indonesia lainnya yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla yang menaiki kapal Bora Alize.

Para aktivis yang terlibat dalam pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut mengatakan, mereka berada di perairan internasional saat terjadinya penangkapan dan penyerangan terhadap kapal misi kemanusiaan tersebut. Armada kapal yang menyebutnya sebagai Global Sumud Flotilla diketahui kembali berlayar ke Gaza dari wilayah selatan Turki. Misi kemanusiaan tersebut merupakan misi kemanusiaan ketiga kalinya untuk mengirim bantuan ke Jalur Gaza setelah misi-misi sebelumnya juga dicegat oleh Israel di perairan internasional.

Pada oktober tahun 2025, misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla juga di serang oleh angkatan laut Israel. Perwakilan dari Indonesia, Muhammad Husein yang berada di kapal Summer Time-Jong menuju Siprus dan tidak dapa menuju Gaza, oleh sebab dicegat oleh militer Israel. Secara keseluruhan Global Sumud Flotilla pada waktu itu mengirim 44 kapal yang terdiri dari 23 kapal yang terkonfirmasi telah dicegat oleh militer Israel, 19 hilang kontak dan diduga telah dicegat oleh militer Israel dan 2 kapal observer yang berputar balik. Rombongan kapal Global Sumud Flotilla (GSF) terakhir bernama Marinette berbendera Polandia yang dilaporkan ditangkap oleh pasukan Israel. Pihak berwenang Israel mengatakan para aktivis tersebut telah dipindahkan ke pelabuhan Israel. Para aktivis yang terlibat dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza tersebut berada di perairan internasional saat terjadi penangkapan.

Jauh sebelumnya misi kemanusiaan untuk Palestina telah pula di cegat oleh Israel terhadap kapal berbendera Turki yaitu yang bernama Mavi Marmara yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Kapal Mavi Marmara diserang oleh pasukan komando Israel di perairan Internasional pada 31 Mei 2010. Nama Marmara merupakan selat yang berada di Istambul, Turki. Reaksi dari kementerian luar negeri Indonesia (Kemlu) mengecam tindakan Israel yang mencegat kapal dan menangkap aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional tersebut yang bernama Global Sumud Flotilla.

 Kementerian Luar Negeri Indonesia terus berkomunikasi untuk memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut. Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. Kemlu mengatakan hingga saat ini ada 10 kapal yang ditangkap Israel. Kapal itu termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), di kapal Josef diinformasikan terdapat seorang warga negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari Rumah Zakat. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah meminta Israel untuk membebaskan kapal dan semua aktivis yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut melalui Kedutaan Besar Indonesia di Turli, Mesir dan Yordania. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia segera mendesak Israel untuk melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan tersebut dan menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina khususnya Gaza sesuai hukum humaniter internasional***

(Hasrul Sani Siregar, MA. Penulis; Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM, Bangi Selangor Malaysia/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau)