Pendidikan Kita: Perut Kenyang, Otak Melayang, Guru Terbuang
Akademisi Riau Mardianto Manan kritik kebijakan pendidikan. Guru honorer terjebak cicilan motor tua, sementara petugas p...
Menampilkan berita yang berkaitan dengan topik "Mardianto Manan".
Akademisi Riau Mardianto Manan kritik kebijakan pendidikan. Guru honorer terjebak cicilan motor tua, sementara petugas p...
Analisis mendalam Mardianto Manan (GMKR) tentang fenomena PETI di Kuantan Singingi. Menawarkan 5 kerangka kebijakan konk...
Anggota DPRD Riau Mardianto Manan menyoroti kematian siswa MTs akibat PETI di Kuansing. Desak percepatan WPR sebagai sol...
Mardianto Manan mengkritik praktik politik balas budi dalam penempatan pejabat di Riau. Mengapa Sistem Merit terabaikan?...
Mardianto Manan mengisahkan memori "Rantang Tak Pernah Kosong" di Kenagorian Pangean. Sebuah catatan tentang cinta, tawa...
Dosen PWK UIR, Mardianto Manan, menyoroti kematian tragis pelajar di lokasi PETI Kuansing. Ia mendesak percepatan WPR se...
Pengamat tata kota Mardianto Manan menyoroti tren pembangunan halte, tugu, dan wifi gratis di Pekanbaru yang murni dana...
Oleh: Mardianto Manan (Praktisi Cikgu)PERISTIWA pembacokan yang menyeret nama mahasiswa di UIN Suska Riau benar-benar me...
Oleh: Mardianto MananKALAU ada yang bertanya apa aroma surga di dunia, bagi saya jawabannya sederhana: aroma dapur Omak...
Oleh: Mardianto MananSETIAP kali Ramadhan datang, yang hadir bukan hanya perubahan waktu makan dan ibadah, tetapi juga g...
Oleh: Mardianto MananKEMACETAN di perkotaan kerap disederhanakan sebagai persoalan teknis: tambah lampu merah, buka simp...
Oleh: Mardianto MananDALAM banyak istilah kehidupan, ibu punya tempat yang jelas.Ada rumah sakit ibu dan anak, hari ibu,...
Oleh: Mardianto MananPERSOALAN Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kuantan Singingi bukan sekadar urusan perut atau ur...
Oleh: Mardianto MananSIMPANG SKA Pekanbaru adalah potret telanjang kegagalan manajemen lalu lintas perkotaan. Infr...
Oleh: Mardianto MananMENJELANG pergantian tahun, Riau tidak sedang berada pada titik euforia. Kita menutup 2025 bukan de...