Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat, Penyebabnya 2.804 Titik Hotspot Sumatera

I

Isman

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat, Penyebabnya 2.804 Titik Hotspot Sumatera

PEKANBARU, AmiraRiau.com- Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk dan masuk dalam kategori Tidak Sehat pada Senin (5/10/2026) pagi.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, konsentrasi partikulat halus (Particulate Matter PM2.5) tercatat menyentuh angka 88,5 µg/m³ pada pukul 08.00 WIB.

Forecaster On Duty BMKG Riau, Ranti Kurniati, membeberkan bahwa akumulasi pola paparan partikulat di udara Kota Pekanbaru sejak dini hari hingga pagi hari fluktuatif tinggi.

"Sejak pukul 00.00 hingga 08.00 WIB, rentang konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru berada pada kisaran 56,4 hingga 101,7 µg/m³. Angka ini menunjukkan paparan polutan partikulat udara masih relatif tinggi dan berisiko bagi kesehatan masyarakat," kata Ranti Kurniati, Senin (5/10/2026).

"Pola konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru menunjukkan tingginya paparan partikulat akibat pengaruh sebaran asap dan kekaburan udara yang melintas," kata Ranti Kurniati, Forecaster On Duty BMKG Riau.

Memburuknya kualitas udara di Ibu Kota Provinsi Riau ini bertepatan dengan maraknya kemunculan sebaran titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera yang dipantau satelit.

BMKG mencatat total hotspot di Sumatera mencapai 2.804 titik. Provinsi Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 2.196 titik panas, disusul Bangka Belitung 296 titik, Lampung 185 titik, dan Jambi 114 titik.

"Sementara di Provinsi Riau sendiri terpantau sebanyak tujuh titik panas yang tersebar di lima daerah, yakni tiga titik di Indragiri Hilir, serta masing-masing satu titik di Kuantan Singingi, Pelalawan, Kampar, dan Indragiri Hulu," urainya.

Meski dibayangi ancaman kekaburan udara akibat asap (haze), kondisi cuaca di Riau secara umum pada Senin sore hingga malam diprakirakan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas beragam.

Pada pagi hingga siang hari, kekaburan udara mendominasi. Namun, memasuki sore dan malam, hujan berpeluang meluas ke hampir seluruh wilayah Riau. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Kuantan Singingi, Kampar, dan Kota Dumai.

Arah angin yang bertiup dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan 10 hingga 40 km/jam diprediksi terus memengaruhi dinamika pergerakan dan penyebaran asap di Riau. BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk mewaspadai penurunan kualitas udara dan mengenakan masker.***

Editor: Isman
Sumber: MC Riau