Limbah Jadi Cuan, Sabut Kelapa Asahan Tembus Pasar Cina

A

administrator

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:00 WIB

Limbah Jadi Cuan, Sabut Kelapa Asahan Tembus Pasar Cina

ASAHAN, AmiraRiau.com – Kabupaten Asahan kembali mencatatkan prestasi di kancah internasional. Produk hilirisasi sabut kelapa yang dikelola oleh PT. Hijau Surya Biotechindo resmi menembus pasar ekspor hingga ke negara Cina. Keberhasilan ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, SSos, MSi.

Bupati menyatakan bahwa pencapaian ini membuktikan potensi besar sektor perkebunan kelapa di Asahan yang luasnya mencapai 20.000 hektare, tersebar di wilayah Silau Laut, Air Joman, hingga kawasan Sei Kepayang.

Saat meninjau lokasi pabrik di Desa Air Joman Baru, Kamis (12/02/2026), Bupati menegaskan bahwa ekspor ini sejalan dengan program pemerintah pusat mengenai pengembangan hilirisasi industri.

"Pemerintah Kabupaten Asahan mendukung penuh pengembangan pengelolaan sabut kelapa ini. Sumber daya alamnya melimpah di sini, dan ini adalah langkah nyata hilirisasi yang memberikan nilai tambah luar biasa bagi daerah," tegas Bupati Taufik.

Selain dampak ekonomi, Bupati juga berterima kasih karena keberadaan pabrik ini secara nyata membantu mengurangi angka pengangguran dengan menyerap tenaga kerja lokal di sekitar Air Joman.

Pimpinan PT Hijau Surya Biotechindo, Budi Chandra, mengungkapkan bahwa ide bisnis ini berawal dari keprihatinan melihat sabut kelapa yang selama ini hanya dianggap sebagai sampah atau limbah perkebunan.

Kini, di tangan PT. Hijau Surya Biotechindo, sabut kelapa tersebut diolah menjadi berbagai produk berkualitas tinggi yang diminati pasar global, antara lain media tanam (Cocopeat), isian jok mobil premium, tempat tidur (kasur), dan keset kaki dan kerajinan lainnya.

"Kami berterima kasih kepada Forkopimda Asahan atas dukungannya. Dengan pabrik ini, kami berkomitmen untuk terus memberdayakan warga sekitar sebagai tenaga kerja utama," ujar Budi Chandra.

Dengan ketersediaan bahan baku dari enam kecamatan sentra kelapa di Asahan, industri ini diprediksi akan terus tumbuh dan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Sumatera Utara.***

Penulis: Heru