Latma Elang Ausindo 2025: Misi Tempur hingga Air-to-Air Refueling Sukses Digelar di Pekanbaru

Jumat, 29 Agustus 2025 | 18:06:48 WIB

PEKANBARU, AmiraRiau.com- Interoperabilitas antara TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Royal Australian Air Force (RAAF) semakin dipertajam melalui rangkaian Latihan Bersama (Latma) Elang Ausindo 2025. Latihan yang dilaksanakan di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin (Lanud Rsn) ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam operasi udara modern, sekaligus membangun soliditas hubungan bilateral antara kedua angkatan udara.

Tahapan latihan yang dilaksanakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut ini disusun secara sistematis untuk memastikan peningkatan kemampuan bertahap para penerbang. Dimulai dari misi yang melibatkan dua pesawat, latihan terus berkembang menjadi operasi kompleks dengan delapan pesawat yang berkolaborasi dalam berbagai skenario misi udara. Seluruh rangkaian misi dilaksanakan di Military Training Area (MTA) Lanud Roesmin Nurjadin, Kamis (28/8/25), dengan standar prosedur yang ketat dan profesional.

Guna meningkatkan efek force multiplier dalam setiap misi, latihan ini juga melibatkan pesawat tanker KC-30 milik RAAF untuk mendukung skenario Air-to-Air Refueling (AAR). Prosedur pengisian bahan bakar di udara ini tidak hanya memperluas jangkauan operasional pesawat tempur, tetapi juga meningkatkan daya jelajah dan ketahanan udara dalam mendukung keberhasilan misi.

“Dengan dukungan air-to-air refueling, skenario yang kami desain semakin mendekati operasi sesungguhnya. Sehingga meningkatkan kualitas pelatihan dan kesiapan tempur,” kata Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar, Danwing Udara 6 sekaligus Direktur Latma Elang Ausindo dari TNI AU, Jumat (29/8/2025). 

Pada hari berbeda, tepatnya Rabu (27/8/25) Latma Elang Ausindo 2025 antara TNI AU dan RAAF ini sejumlah prajurit angkatan udara Australia juga berkesempatan melakukan kunjungan wisata religius ke sejumlah rumah ibadah di Kota Pekanbaru,. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Kepala Pembinaan Mental (Kabintal) Lanud Roesmin Nurjadin, Letkol Sus H Zemonnedi, beserta staf Bintal.

Kunjungan tersebut diawali dari Pura Agung Jagat Natha, dilanjutkan ke Gereja HKBP Pekanbaru, dan diakhiri di Masjid Raya An-Nur. Melalui kegiatan ini, personel RAAF diajak melihat secara langsung kekayaan keberagaman Indonesia yang mampu hidup harmonis dalam bingkai persatuan bangsa. Atmosfer ramah dan toleransi yang kental menjadi pengalaman berharga bagi prajurit udara Australia selama berada di Pekanbaru.

“Kegiatan ini selain mempererat hubungan TNI AU dengan RAAF, juga menjadi ajang untuk saling belajar tentang keragaman identitas bangsa Indonesia. Hal ini yang membuat prajurit udara Australia tertarik untuk melihat secara langsung bagaimana masyarakat Indonesia menjunjung tinggi toleransi,” ujar Kabintal Lanud Rsn.

Salah satu perwira RAAF yang juga dikenal sebagai Imam di Australia, Flight Lieutenan Abdul Kader, Lc, mengaku terkesan dengan kehidupan beragama di Indonesia. Saat berkunjung ke Masjid Raya An-Nur, ia menuturkan rasa kagumnya terhadap keharmonisan umat beragama di Tanah Air.

“Indonesia dengan latar belakang agama, suku, budaya, dan ras yang berbeda tetap hidup damai dalam satu bangsa yang besar. Kehidupan seperti ini sangat hebat dan perlu kami jadikan contoh di Australia,” ujarnya.

Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat bangga bisa menunjukkan kepada sahabat-sahabat kami dari RAAF bahwa toleransi dan kebersamaan adalah kekuatan utama bangsa Indonesia," ungkap Danlanud.

Diharapkan kunjungan ini dapat menambahkan pengetahuan dari tentara Australia bahwa kekuatan Indonesia juga karena keberagaman agama yang saling menjaga toleransi dalam menjalankan ibadah. 

"Semoga kunjungan ini semakin mempererat persahabatan dan kerja sama antara TNI AU dan RAAF, tidak hanya dalam konteks militer, tetapi juga dalam membangun pemahaman budaya yang lebih baik," harap Danlanud.***

Tags

Terkini