
SIAK, AmiraRiau.com- Pemandangan mengagumkan sekaligus memprihatinkan tersaji saat ratusan masyarakat yang berasal dari Tualang Timur, Maredan, Pinang Sebatang dan Gasib, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, melakukan aksi demo di pintu gerbang PT. Aneka Inti Persada, Kamis (25/4/2024).
Baca Juga:
Berjanji Lagi, Masyarakat Menyebut PT. AIP PMA Bandel
Surat Bupati Siak Soal Kemitraan dengan Masyarakat yang Disebut Belum Dijalankan PT. AIP Tualang
Mengagumkan karena kegigihan dan semangat juang masyarakat untuk menuntut 20% hak kemitraan dari luas HGU PT. AIP, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memiliki HGU seluas lebih kurang 11 ribu hektare yang sudah puluhan tahun menjadi ‘tetanga’ dekat mereka.
Masyarakat yang sudah terkosentrasi di lokasi, terus meneriakan tuntutan terhadap PT. AIP, matahari yang berada persis di atas ubun-ubun tak membuat masyarakat surut. Ada beberapa yang memutuskan berteduh, namun beberapa waktu kemudian kembali bergabung dengan yang lain.

Masyarakat yang didampingi Ketua Yayasan Alam Melayu (YAMAM) Riau, Dt. Heri Ismanto, bersama Sekretaris YAMAM Riau, Deni Afrialdi, dan Tokoh Masyarakat Pinang Sebatang Adi Sutomo, Tualang Timur Hamdan Firdaus, Maredan Abdul Rahmad dan Tokoh Masyarakat Gasib Syakroni, bersama aparat kepolisian yang melakukan pengamanan, juga demikian.
“Kami sudah tak mau lagi dibohongi. Sudah sejak 26 tahun datuk dan nenek kami berjuang untuk ini, tapi realisasi hak kemitraan tak kunjung ada. Kami tak peduli panas, bahkan kami siap berdarah-darah untuk menuntut hak kami,” kata tokoh masyarakat yang secara bergantian melakukan orasi.
“Kalaupun ada dari PT. AIP, itu hanya seekor sapi atau bantuan ala kadarnya untuk kegiatan 17 Agustus,” timpal tokoh masyarakat yang lain.
Memprihatinkan, karena sejak awal datang melakukan aksi, respon PT. AIP terhadap aksi dinilai lamban. Bayangkan, sejak memulai aksi sekitar pukul 10.30 Wib, masyarakat terus berada di bawah terik matahari hingga pukul 17.30 Wib, meskipun ketika itu (sejak awal) sudah hadir Area Controller PT. Aneka Inti Persada, Lili dan PSD RUA PT. AIP, Yudistira.
Masyarakat, sebagaimana disampaikan Ketua YAMAM Riau, Dt. Heri Ismanto, hanya ingin mendapat kepastian realisasi 20% hak kemitraan dengan perusahaan dan itu sudah disampaikan pada pertemuan pertama, Rabu (31/1/2024), saat masyarakat melakukan aksi serupa.
“Artinya ada waktu beberapa bulan bagi perusahaan untuk merespon itu,” kata Dt. Heri Ismanto.
Hal lain, sebagaimana pengamatan di lapangan, masyarakat yang ikut serta dalam aksi, juga tak mau diam. Mereka terus membentangkan spanduk yang diantaranya bertuliskan PT. AIP Segera Angkat Kaki dari Bumi Lancang Kuning dan PT. AIP Menyengsarakan Masyarakat.
Meskipun seharian menantang matahari untuk menunggu respon PT. AIP, sama sekali tidak menghilangkan kesan garang dari masyarakat dan tokoh lain yang hadir. Semua sudah bersepakat untuk menunggu, jika tidak, besok dan besok lagi akan melakukan hal serupa hingga ada realisasi.
Disamping itu, masyarakat juga menyampaikan kekesalannya terhadap oknum di PT. AIP yang disebut-sebut melakukan propaganda yang kemudian dinilai sebagai upaya memecah belah masyarakat yang tengah menuntut haknya terhadap perusahaan.
“Hentikan itu itu semua! Berikan saja hak masyarakat,” kata Deni Afrialdi, Sekretaris YAMAM Riau.

Tak Mau Berunding
Tokoh masyarakat 4 Desa di Kecamatan Tualang tersebut, dalam morasinya juga menegaskan tidak mau lagi berunding dengan PT. AIP. Sebab apa yang sudah menjadi kesepakatan pada pertemuan pertama, Rabu (31/1/2024), tidak satupun yang terealisasi, termasuk soal janji akan menyampaikan tuntutan masyarakat kepada manajemen di Jakarta.
“Mana janji itu! Karena sampai kami datang lagi, jawaban yang dijanjikan tak juga ada,” kata tokoh masyarakat.
Olah karena itu, masyarakat memutuskan untuk tidak lagi melakukan perundingan atau pertemuan di Kantor PT. AIP Tualang dan akan tetap menunggu jawaban agar didengar bersama-sama oleh masyarakat yang melakukan aksi.
Masyarakat dengan tegas meminta agar jika akan ada pembicaraan untuk merealisasikan tuntutan masyarakat, harus difasilitasi oleh pemerintah melalui Camat Tualang, Upika serta pihak-pihak lainnya.
Jawaban PT. AIP
Jawaban dari PT. AIP atas aksi masyarakat, baru disampaikan oleh Area Controller PT. Aneka Inti Persada, Lili yang didampingi oleh PSD RUA PT. AIP, Yudistira, Kabag Ops Polres Siak, Kapolsek Tualang, serta Danramil pada sekitar pukul 17.00 Wib.
Lili mengatakan, sangat mengapresiasi aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat 4 desa terhadap hak kemitraan berupa fasilitasi pembangunan kebun masyarakat (FPKM).
Menurutnya, PT. AIP Tualang, sesungguhnya sudah menyampaikan tuntutan dari masyarakat terhadap manajemen di Jakarta.
Semuanya dalam proses. Namun demikian, Lili menyampaikan bahwa akan berkomitmen untuk merealisasikan tuntutan masyarakat sesuai dengan aturan atau regulasi yang ada.
“PT. AIP berjanji akan melakukan pertemuan bersama masyarakat dengan difasilitasi oleh pemerintah dan pihak terkait lainnya, termasuk manajemen dari Jakarta, pada pertengahan bulan Mei 2024,” kata Lili.
Usai bersama-sama mendengar jawaban dari PT. AIP, Dt. Heri Ismanto dalam arahannya meminta agar masyarakat menunggu waktu yang telah disepakati serta membubarkan diri dengan tertib seraya meminta agar lokasi aksi dibersihkan sebagaimana sebelumnya.***
Penulis: Yadi, Editor: Isman Iriadi

