Kepala Dinsos Pekanbaru, Dr Idrus, langsung menginstruksikan jajarannya, termasuk camat dan lurah, untuk segera mengevakuasi nenek Zaimah.
"Atas nama pribadi, Dinas Sosial, dan Pemerintah Kota Pekanbaru, kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan DPRD Kota Pekanbaru, khususnya Pak Tengku Azwendi dan Pak Zulkardi, yang peduli terhadap masyarakat. Kami sudah memberikan bantuan berupa pangan dan sandang, serta merujuk nenek Zaimah ke rumah sakit," ujar Kadis Sosial.
Setelah dievakuasi, nenek Zaimah langsung dibawa ke Rumah Sakit Petala Bumi untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Idrus menegaskan bahwa pihaknya akan mencari keluarga nenek Zaimah untuk memastikan tindak lanjut setelah perawatan medisnya selesai.
"Jika keluarganya bersedia merawat, maka nenek akan diserahkan kembali kepada mereka. Namun, jika tidak ada keluarga yang bertanggung jawab atau tidak memiliki tempat tinggal, kami akan mencarikan solusi, termasuk kemungkinan merujuknya ke panti jompo atau lembaga sosial lainnya," kata Idrus.
Keberadaan nenek Zaimah yang terabaikan mengundang perhatian publik. Banyak pihak berharap pemerintah dapat memberikan solusi terbaik agar nenek tersebut tidak kembali hidup dalam keterlantaran.
Kondisi nenek Zaimah viral di media social juga mendapat respon dari Walikota Pekanbaru terpilih, Agung Nugroho, yang mengutus langsug ketua Partai Demokrat Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri, untuk meninjau langsung kondisi nenek Zaimah (73), lansia yang diduga ditelantarkan keluarganya di sebuah rumah kosong di Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai.
"Saya baru mengetahui hal ini setelah dihubungi Pak Agung Nugroho. Kebetulan beliau sedang berada di luar kota, jadi saya diminta untuk segera melihat dan memastikan kondisi nenek Zaimah," ujar Tengku Azwendi, Selasa (11/2/2025).
Tengku Azwendi menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi perhatian serius, agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, nenek Zaimah yang sudah berusia 73 tahun, tanpa anak dan suami, sangat membutuhkan perhatian dari semua pihak.
"Ini adalah persoalan kemanusiaan. Tidak seharusnya ada lansia yang ditelantarkan seperti ini. Saya mengimbau kepada keluarga agar tetap peduli. Jika keluarga memang tidak bisa merawat, setidaknya jangan sampai menelantarkan begitu saja," ujar Azwendi.
Selain itu, ia juga menyatakan bahwa pemerintah kota siap bertanggung jawab dan akan mencari solusi terbaik untuk Zaimah. Jika diperlukan, Pemko Pekanbaru bisa mengusulkan renovasi rumahnya agar lebih layak huni.
"Kami akan melihat kemungkinan renovasi rumah ini agar lebih layak ditempati, tentu dengan persetujuan keluarga. Selain itu, kami juga akan memastikan jaminan kesehatan dan sosial bagi nenek Zaimah, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tambahnya.
Sebelumnya, Nenek Zaimah tinggal di RW 06 bersama adiknya dan mendapat bantuan dari pemerintah. Namun, karena masalah keluarga, ia dipindahkan ke rumah kosong dengan kondisi atap yang bocor dan dinding yang mulai rapuh. Rumah tersebut jauh dari layak huni, terutama bagi seorang lansia yang sakit-sakitan.
Kondisi fisik Nenek Zaimah semakin memprihatinkan karena ia tak lagi bisa berjalan akibat kecelakaan beberapa waktu lalu. Ia mengaku pernah ditabrak kendaraan, sehingga membuat kakinya semakin lemah. Kini, untuk berpindah tempat pun ia harus bergantung pada bantuan warga sekitar. "Saya tidak bisa jalan, kaki saya sakit setelah ditabrak orang dulu," kata Zaimah.
Sejak tinggal di rumah kosong, tubuh Zaimah semakin kurus dan lemah. Warga sekitar berusaha membantu dengan memberikan makanan dan kebutuhan dasar lainnya. Namun, karena keterbatasan, mereka hanya bisa bergantian mengurusnya sebisa mungkin.***
Editor: Alseptri Ady
Kepala Dinsos Pekanbaru, Dr Idrus, langsung menginstruksikan jajarannya, termasuk camat dan lurah, untuk segera mengevakuasi nenek Zaimah.
"Atas nama pribadi, Dinas Sosial, dan Pemerintah Kota Pekanbaru, kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan DPRD Kota Pekanbaru, khususnya Pak Tengku Azwendi dan Pak Zulkardi, yang peduli terhadap masyarakat. Kami sudah memberikan bantuan berupa pangan dan sandang, serta merujuk nenek Zaimah ke rumah sakit," ujar Kadis Sosial.
Setelah dievakuasi, nenek Zaimah langsung dibawa ke Rumah Sakit Petala Bumi untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Idrus menegaskan bahwa pihaknya akan mencari keluarga nenek Zaimah untuk memastikan tindak lanjut setelah perawatan medisnya selesai.
"Jika keluarganya bersedia merawat, maka nenek akan diserahkan kembali kepada mereka. Namun, jika tidak ada keluarga yang bertanggung jawab atau tidak memiliki tempat tinggal, kami akan mencarikan solusi, termasuk kemungkinan merujuknya ke panti jompo atau lembaga sosial lainnya," kata Idrus.
Keberadaan nenek Zaimah yang terabaikan mengundang perhatian publik. Banyak pihak berharap pemerintah dapat memberikan solusi terbaik agar nenek tersebut tidak kembali hidup dalam keterlantaran.
Kondisi nenek Zaimah viral di media social juga mendapat respon dari Walikota Pekanbaru terpilih, Agung Nugroho, yang mengutus langsug ketua Partai Demokrat Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri, untuk meninjau langsung kondisi nenek Zaimah (73), lansia yang diduga ditelantarkan keluarganya di sebuah rumah kosong di Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai.
"Saya baru mengetahui hal ini setelah dihubungi Pak Agung Nugroho. Kebetulan beliau sedang berada di luar kota, jadi saya diminta untuk segera melihat dan memastikan kondisi nenek Zaimah," ujar Tengku Azwendi, Selasa (11/2/2025).
Tengku Azwendi menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi perhatian serius, agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, nenek Zaimah yang sudah berusia 73 tahun, tanpa anak dan suami, sangat membutuhkan perhatian dari semua pihak.
"Ini adalah persoalan kemanusiaan. Tidak seharusnya ada lansia yang ditelantarkan seperti ini. Saya mengimbau kepada keluarga agar tetap peduli. Jika keluarga memang tidak bisa merawat, setidaknya jangan sampai menelantarkan begitu saja," ujar Azwendi.
Selain itu, ia juga menyatakan bahwa pemerintah kota siap bertanggung jawab dan akan mencari solusi terbaik untuk Zaimah. Jika diperlukan, Pemko Pekanbaru bisa mengusulkan renovasi rumahnya agar lebih layak huni.
"Kami akan melihat kemungkinan renovasi rumah ini agar lebih layak ditempati, tentu dengan persetujuan keluarga. Selain itu, kami juga akan memastikan jaminan kesehatan dan sosial bagi nenek Zaimah, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tambahnya.
Sebelumnya, Nenek Zaimah tinggal di RW 06 bersama adiknya dan mendapat bantuan dari pemerintah. Namun, karena masalah keluarga, ia dipindahkan ke rumah kosong dengan kondisi atap yang bocor dan dinding yang mulai rapuh. Rumah tersebut jauh dari layak huni, terutama bagi seorang lansia yang sakit-sakitan.
Kondisi fisik Nenek Zaimah semakin memprihatinkan karena ia tak lagi bisa berjalan akibat kecelakaan beberapa waktu lalu. Ia mengaku pernah ditabrak kendaraan, sehingga membuat kakinya semakin lemah. Kini, untuk berpindah tempat pun ia harus bergantung pada bantuan warga sekitar. "Saya tidak bisa jalan, kaki saya sakit setelah ditabrak orang dulu," kata Zaimah.
Sejak tinggal di rumah kosong, tubuh Zaimah semakin kurus dan lemah. Warga sekitar berusaha membantu dengan memberikan makanan dan kebutuhan dasar lainnya. Namun, karena keterbatasan, mereka hanya bisa bergantian mengurusnya sebisa mungkin.***
Editor: Alseptri Ady