Oleh: Hasrul Sani Siregar, MA
ASEAN sebagai organisasi regional di kawasan Asia Tenggara telah memiliki 11 negara yaitu dengan diterimanya Timor Leste sebagai anggota ke 11 pada 26 Oktober 2025 lalu setelah menanti lebih kurang 14 tahun lamanya untuk secara resmi menjadi anggota ASEAN. Dengan masuknya Timor Leste sebagai anggota ASEAN, maka lengkap sudah 11 negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara. Sebagai anggota baru ASEAN, Timor Leste tentu akan memberikan kontribusi yang besar terhadap ASEAN. ASEAN akan terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan politik khususnya di kawasan Asia Tenggara dalam ancaman dari luar.
ASEAN yang didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand oleh 5 negara yaitu Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia dan Singapura merupakan organisaasi regional yang akan terus menjadikannya sebagai kekuatan regional di kawasan Asia Tenggara. Kemudian pada tanggal 8 Januari 1984 Brunei Darussalam bergabung ke dalam ASEAN yang kemudiaanya disusul oleh Vietnam pada tanggal 28 Juli 1995 disusul oleh Laos dan Myanmar (Burma) pada tanggal 23 Juli 1997 dan terakhir disusul oleh Kamboja pada tanggal 30 April 1999.
Deklarasi Bangkok awal mulanya bertujuan menyatukan negara-negara anggota melalui usaha bersama dalam memajukan kerjasama ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat dan bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara. Sebagai salah satu negara pendiri ASEAN (founding countries), Indonesia masih dianggap oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara lainnya memiliki pengaruh dalam menyatukan Negara-negara ASEAN serta dalam hal menjaga stabilitas ekonomi dan politik kawasan regional ASEAN dari pengaruh luar.
Salah satu faktor yang menjadikan Indonesia masih memiliki pengaruh yang cukup besar di kawasan Asia Tenggara adalah jumlah penduduk yang besar serta wilayah yang cukup luas. Dengan faktor yang demikian, Indonesia dapat memainkan perannya dalam menjaga kestabilan ekonomi dan politik di kawasan Asia Tenggara. Potensi pasar domestik dan internasional yang dimiliki oleh Indonesia juga dilihat sebagai salah satu kekuatan Indonesia di mata negara-negara ASEAN lainnya.
Oleh sebab itu, Indonesia masih tetap menjadi tumpuan yang cukup besar bagi negara-negara ASEAN lainnya untuk melakukan kerjasama dan menggalang kekuatan di antara negara-negara ASEAN. Memandang hal yang demikian, untuk mencapai ASEAN Community Vision tahun 2045 memerlukan kekuatan dari semua anggota ASEAN yang akan menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang tangguh, kompetitif dan berkelanjutan.
Mitra ASEAN
Dalam memperkuat ASEAN sebagai organisasi regional tidak terlepas dari mitra kerjasama dengan Negara-negara di luar ASEAN. Forum ASEAN dengan Amerika Serikat dan Rusia menjadi forum resmi dalam setiap KTT ASEAN yang disebut dengan East Asia Summit. ASEAN memiliki agenda seperti Forum ASEAN Political Security Community (APSC) Council, ASEAN Economic Community (AEC) Council, ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC) Council, ASEAN Foreign Ministers’ (AMM) Meeting, ASEAN Economic Ministers’ Meeting, ASEAN Defense Ministers’ Meeting serta ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crimes.
Dari semua forum dan perundingan dalam ASEAN tersebut, ASEAN akan menjadi kekuatan dalam berdialog dengan mitranya. Visi komunitas ASEAN tahun 2045 yaitu membangun masa depan yang tangguh, inovatif, dinamis dan berpusat pada rakyat dengan menekankan pentingnya memperkuat kerjasama regional untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan menjaga stabilitas politik dan ekonomi kawasan regional. Dengan terwujudnya komunitas ASEAN tahun 2045, ASEAN dituntut untuk terus menerus memperkuat kontribusi kolektifnya dalam penanganan berbagai macam isu dan tantangan regional maupun global.
Hal yang demikian merupakan kontribusi yang positif bagi komunitas ASEAN dalam mewujudkan ASEAN sebagai “Eleven Nations, One Community”. Oleh sebab itu, ASEAN sebagai organisasi regional akan semakin besar lagi, tidak hanya menyelesaikan masalah-masalah diantara negara-negara ASEAN sendiri (regional), ASEAN juga dituntut untuk dapat memberikan kontribusinya dalam menyelesaikan masalah-masalah di luar regional ASEAN yaitu masalah-masalah Internasional seperti halnya di kawasan Timur Tengah (konflik Arab-Israel), Asia Selatan (India dan Pakistan) dan konflik di Laut China Selatan (LCS). ***
(Hasrul Sani Siregar, MA. Penulis; Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM Bangi Selangor, Malaysia/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau)