Pengembangan pertanian nanas yang ramah lingkungan.[/caption]
“Khusus nanas di Desa Pulau Muda sudah tersedia ekosistemnya, di mana tersedia bibit, tersedia lahan dan tersedia pembeli yang yang berkelanjutan. Pembeli nanas di pulau muda sudah melebihi dari kapasistas produksi, bahkan harus mendatangkan nanas dari Pekanbaru. Konsumen nanas di Pulau Muda adalah rumah sarang walet,“ jelasnya lagi.
Pada saat ini di Pulau Muda terdapat lebih kurang 600 rumah walet. Artinya hampir sepertiga dari jumlah 1.964 KK . Kehadiran rumah walet ini berdampak positif terhadap perkembangan budidaya nanas. Karena buah nanas menjadi kebutuhan rumah walet untuk dijadikan hama burung walet. Nanas di jual disini untuk hama walet. Caranya nanas itu di busukkan dulu sekitar 3 sampai 4 hari, setelah itu nanas dimasukan dalam kandang, setelah busuk jadi hama barulah di makan walet
Amir, petani nanas menyampaikan bahwa dia sudah menanam 7000 nanas tanpa bakar bahkan rencananya akan mengembangkan nanas dengan menanam sampai 50.000 batang. Dia bekerja sama dengan perusahaan HTI (Hutan Tanaman Industri) melakukan land clering, semua kayu di atas tanah diambil perusahaan, lalu lahan akan ditanam nanas.
Berkebun nenas menjadi pilihan baru kegiatan ekonomi masyarakat gambut, selain tidak perlu membakar, cara penanamannya juga mudah dan sederhana, dan sedikit hama. Pasarnya juga jelas ada di dalam kampung yaitu untuk memenuhi permintaan bisnis walet, selain itu buah nanas juga di jual di pasar Pulau Muda setiap hari kamis.
Pengembangan pertanian nanas yang ramah lingkungan.[/caption]
“Khusus nanas di Desa Pulau Muda sudah tersedia ekosistemnya, di mana tersedia bibit, tersedia lahan dan tersedia pembeli yang yang berkelanjutan. Pembeli nanas di pulau muda sudah melebihi dari kapasistas produksi, bahkan harus mendatangkan nanas dari Pekanbaru. Konsumen nanas di Pulau Muda adalah rumah sarang walet,“ jelasnya lagi.
Pada saat ini di Pulau Muda terdapat lebih kurang 600 rumah walet. Artinya hampir sepertiga dari jumlah 1.964 KK . Kehadiran rumah walet ini berdampak positif terhadap perkembangan budidaya nanas. Karena buah nanas menjadi kebutuhan rumah walet untuk dijadikan hama burung walet. Nanas di jual disini untuk hama walet. Caranya nanas itu di busukkan dulu sekitar 3 sampai 4 hari, setelah itu nanas dimasukan dalam kandang, setelah busuk jadi hama barulah di makan walet
Amir, petani nanas menyampaikan bahwa dia sudah menanam 7000 nanas tanpa bakar bahkan rencananya akan mengembangkan nanas dengan menanam sampai 50.000 batang. Dia bekerja sama dengan perusahaan HTI (Hutan Tanaman Industri) melakukan land clering, semua kayu di atas tanah diambil perusahaan, lalu lahan akan ditanam nanas.
Berkebun nenas menjadi pilihan baru kegiatan ekonomi masyarakat gambut, selain tidak perlu membakar, cara penanamannya juga mudah dan sederhana, dan sedikit hama. Pasarnya juga jelas ada di dalam kampung yaitu untuk memenuhi permintaan bisnis walet, selain itu buah nanas juga di jual di pasar Pulau Muda setiap hari kamis.