Banjir Bandang Solok: 70 Rumah dan 11 Kantor Pemerintah Rusak Berat, Jalan Padang-Solok Lumpuh Total

A

Alseptri Ady

Selasa, 22 September 2026 | 10:59 WIB

Banjir Bandang Solok: 70 Rumah dan 11 Kantor Pemerintah Rusak Berat, Jalan Padang-Solok Lumpuh Total

SOLOK, AmiraRiau.com - Banjir bandang (galodo) menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin malam, 21 September 2026. Bencana tersebut mengakibatkan puluhan bangunan dilaporkan terdampak.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Solok per Selasa, 22 September 2026, sedikitnya 70 unit rumah dan 11 kantor pemerintahan terdampak banjir bandang.

BPBD masih melakukan pendataan terhadap korban maupun kerugian material akibat bencana tersebut.

“Untuk sementara tercatat empat warga mengalami luka-luka. Pendataan terhadap korban dan kerugian material masih terus kami lakukan. Saat ini ada sekitar 70 rumah dan 11 kantor pemerintah yang terdampak,” tulis BPBD Kabupaten Solok dalam laporannya, Selasa (22/9/2026). 

Banjir bandang juga menerjang kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Sejumlah gedung dan fasilitas pemerintahan mengalami dampak cukup parah akibat derasnya aliran air.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyebut beberapa kantor yang terdampak antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR, Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari, Bapelitbang, hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok.

“Sejumlah fasilitas pemerintahan mengalami dampak cukup berat, termasuk kantor PUPR, Dinas Kesehatan, BKD, DPMN, Bapelitbang dan kawasan DPRD,” ungkap Jon Firman Pandu.

Menurut Jon, derasnya aliran air membuat sejumlah ruangan di kawasan perkantoran terendam. Arus banjir bahkan membawa sejumlah peralatan kantor keluar dari tempat penyimpanannya.

“Air masuk dengan cukup deras ke kawasan perkantoran. Akibatnya, sejumlah peralatan dan perlengkapan kantor ikut terbawa arus hingga keluar dari ruangan,” jelasnya.

Tidak hanya fasilitas pemerintahan, sejumlah rumah warga yang berada di sekitar kompleks perkantoran Bupati Solok juga ikut terdampak banjir bandang.

Pemerintah Kabupaten Solok saat ini masih melakukan pendataan terhadap rumah warga dan fasilitas lainnya yang mengalami kerusakan maupun terdampak banjir.

Untuk mengantisipasi kebutuhan warga yang tidak dapat kembali ke rumah, pemerintah daerah juga menyiapkan lokasi pengungsian sementara.

“Kami sedang mempersiapkan posko pengungsian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan atau tidak memungkinkan untuk ditempati,” kata Jon.

Hingga Selasa, 22 September 2026, proses penanganan bencana masih berlangsung. Petugas gabungan terus melakukan pembersihan material banjir, pendataan dampak, serta memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan, terutama apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah Kabupaten Solok

Selain merendam permukiman dan fasilitas pemerintahan, banjir bandang juga membawa material lumpur, batu, dan sejumlah material lainnya hingga menutup badan jalan Solok-Padang.

Akibat kondisi tersebut, akses kendaraan di jalur utama tersebut untuk sementara dihentikan demi keselamatan pengguna jalan.

Kasat Lantas Polres Solok, Iptu Akbar Kharisma Tanjung, mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari Solok menuju Padang maupun arah sebaliknya untuk memilih jalur alternatif.

“Jalur Solok-Padang sementara belum dapat dilalui karena tertutup material yang dibawa banjir. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang,” ujar Akbar.

Kepolisian juga meminta pengendara tidak menerobos jalur yang masih tertutup material banjir. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kecelakaan maupun risiko keselamatan lainnya.

“Kami meminta pengendara tidak memaksakan melintas di lokasi terdampak. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas sampai proses pembersihan selesai,” katanya.

Petugas gabungan hingga kini masih melakukan pembersihan material yang menutup badan jalan. Akses Solok-Padang akan kembali dibuka setelah kondisi dinilai aman untuk dilalui kendaraan.***

Editor: Alseptri Ady