PEKANBARU, AmiraRiau.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menerima sebanyak 649 laporan dari warga yang ijazah anaknya masih tertahan di sekolah.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyebutkan, laporan ratusan ijazah yang masih tertahan di sekolah itu terungkap dalam rapat koordinasi bersama seluruh camat, bertempat di aula lantai 3 kantor Kecamatan Senapelan, Rabu (23/9/2026).
Dari laporan yang diterima, terang Agung, ijazah yang masih tertahan tersebut tidak hanya terjadi di sekolah swasta saja, tapi juga di sekolah negeri.
"Masih ada juga di dalam laporan tersebut anak sekolah negeri, tapi tertahan. Ini menjadi pertanyaan kita yang aneh juga," ujarnya.
Ratusan laporan yang diterima, kata Agung, segera ditindaklanjuti. Pemko Pekanbaru akan memverifikasi terlebih dahulu untuk memastikan anak yang ijazahnya masih tertahan betul-betul dari keluarga kurang mampu.
"Kita harus lihat apakah anak yang ijazahnya tertahan ini orangtuanya betul-betul tidak mampu. Ini akan dilakukan survei lapangan. Jangan sampai ada yang punya uang, tapi tidak mau nebus (ijazah anaknya)," tegasnya.
Dalam penyelesaian kasus, terang Agung, Pemko Pekanbaru akan menggandeng Badan Amil Zakat (Baznas) setempat.
"Jadi mana yang bisa dibantu Baznas sesuai ketentuan penerima zakat, itu akan dibantu Baznas. Mana yang tidak, maka akan ditanggulangi oleh pemerintah kota," ucapnya.
Pemko Pekanbaru, menargetkan ratusan ijazah yang masih tertahan di sekolah bisa diselesaikan tahun ini.
"Target kita tahun ini. Kita selesaikan yang tahap pertama ini dulu (649), karena ternyata masih banyak lagi yang mau mendaftarkan anaknya yang ijazahnya tertahan," tutup Agung.***
Penulis: Afnan
Editor: Isman