PEKANBARU, AmiraRiau.com- Komunitas Olahraga Mantan Pemain Sepak Bola Kampar (Omputaka) terus berkembang. Komunitas yang awalnya tumbuh dari semangat para pemain sepak bola legendaris Kampar berusia 40 tahun ke atas itu kini tidak hanya bergerak di bidang olahraga, tetapi juga dakwah dan sosial kemasyarakatan.
Hal tersebut disampaikan President of Omputaka, H. Yurnalis Basri, S.Sos., M.Si., yang juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Tantangan & Prospek Omputaka Masa Kini & Masa Depan” di Ruang Rapat Dispora Riau, Rabu (7/10/2026).
FGD tersebut diikuti puluhan peserta yang terdiri dari pengurus Omputaka dan insan pers. Dalam forum itu, Udo Nbo menegaskan bahwa perjalanan Omputaka bukan semata-mata tentang sepak bola, tetapi bagaimana komunitas tersebut dapat memberikan manfaat bagi manusia dan masyarakat.
“Kita di Omputaka berusaha untuk memanusiakan manusia,” tegas Udo Nbo.
Ia mencontohkan perubahan yang dialami salah seorang anggota Omputaka bernama Pepen. Menurutnya, Pepen yang sebelumnya tidak berani berbicara di depan umum kini telah mampu tampil dan menyampaikan pendapat di hadapan orang banyak.
“Contoh saudara kita Pepen, yang dulunya tidak bisa atau tidak berani bicara di depan umum. Sekarang Alhamdulillah sudah berani berbicara umum,” ujarnya.
Menurut Udo Nbo, perubahan tersebut menjadi salah satu ukuran keberhasilan Omputaka. Keberhasilan komunitas tidak hanya diukur dari banyaknya pertandingan yang dimenangkan, tetapi juga dari kemampuan anggotanya untuk berkembang, berani, peduli dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Tiga Pondasi Omputaka
Udo Nbo menjelaskan, semangat Omputaka dirangkum dalam motto “Mengabdi Kepada Allah SWT & Berkhidmat Kepada Rakyat.”
Motto tersebut kemudian diwujudkan melalui tiga pondasi utama, yakni dakwah atau agama, sepak bola atau olahraga, serta sosial kemasyarakatan.
“Di Omputaka kita saling mengajak untuk kebaikan, terutama saling mengingatkan untuk ibadah,” katanya.
Dengan tiga pondasi tersebut, Omputaka tidak ingin hanya dikenal sebagai komunitas sepak bola. Sepak bola dijadikan sarana mempererat silaturahmi, sementara kegiatan sosial menjadi bentuk kepedulian kepada masyarakat.
Omputaka juga telah melakukan berbagai kegiatan sosial, di antaranya membantu masyarakat di wilayah 3T, termasuk Pangkalan Serai, serta memberikan bantuan kepada anak yatim dan masyarakat fakir miskin.
Di bidang olahraga, Omputaka telah membawa para anggotanya bermain dan bersilaturahmi ke berbagai daerah, mulai dari Bukittinggi, Semen Padang hingga Jakarta.
Pegang Lima Prinsip
Dalam menjalankan aktivitasnya, Omputaka memiliki lima prinsip yang menjadi pedoman bersama, yakni jaga ibadah, jaga ukhuwah, jaga amanah, jaga jiwa dan jaga raga.
Prinsip tersebut menjadi pengingat agar perkembangan komunitas tetap berada dalam koridor nilai agama, persaudaraan dan kepedulian.
Selain itu, Omputaka dibangun atas nilai kekeluargaan, persaudaraan, persahabatan, kesetiakawanan, kebersamaan, kegotongroyongan, kesetaraan, keadilan dan kesejahteraan.
Bagi Omputaka, persaudaraan tidak berhenti ketika pertandingan sepak bola selesai. Justru dari lapangan hijau itulah hubungan persaudaraan terus dibangun dalam kehidupan bermasyarakat.
Omputaka Berkembang Pesat
Udo Nbo mengaku bersyukur melihat perkembangan Omputaka yang kini semakin besar dan dikenal luas.
“Saya tidak mengira Omputaka yang dulunya hanya kecil, sekarang sudah besar,” ungkapnya.
Ia menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT serta apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini ikut menjaga, membesarkan dan mengembangkan Omputaka Kampar.
“Untuk itu saya sangat bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada kita semua yang sama-sama membesarkan Omputaka Kampar ini,” tuturnya.
Semangat kebersamaan tersebut kemudian dirangkum dalam slogan “Basamo Udo Nbo”, sebagai ajakan untuk terus berjalan bersama, baik dalam aktivitas olahraga maupun ketika masyarakat membutuhkan kepedulian dan bantuan.
FGD di Dispora Riau tersebut menjadi momentum bagi Omputaka untuk mengevaluasi perjalanan sekaligus membahas tantangan dan prospek komunitas ke depan.
Omputaka boleh berawal dari sepak bola. Namun, arah geraknya kini semakin luas, yakni membangun manusia, merawat persaudaraan, menghidupkan kepedulian sosial dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Semangat tersebut tetap berpijak pada satu motto: “Mengabdi Kepada Allah SWT, Berkhidmat Kepada Rakyat.”***
Penulis: Ali Akbar
Editor: Isman