Dari Guru Perantau Hingga Pengabdi Warga, Perjalanan Suherman Bawa Misi Kebajikan dan Infak di PKDP Bengkulu Selatan

I

Isman

Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:16 WIB

Dari Guru Perantau Hingga Pengabdi Warga, Perjalanan Suherman Bawa Misi Kebajikan dan Infak di PKDP Bengkulu Selatan

BENGKULU SELATAN, AmiraRiau.com- Merantau meninggalkan tanah kelahiran Pariaman, Sumatera Barat, sejak tiga dekade silam, sosok Drs. Suherman, M.Pd., bukanlah nama asing bagi warga perantauan di Manna, Bengkulu Selatan.

Pria yang mengawali kariernya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa (PNS/pendidik) sejak 1994 ini kini tergerak mendedikasikan sisa hidupnya untuk memajukan Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Bengkulu Selatan.

Berbekal dorongan tulus dan aspirasi kuat dari ranah perantauan, Suherman memantapkan langkah maju sebagai calon Ketua PKDP Bengkulu Selatan periode mendatang.

Dukungan dan amanah yang mengalir dari warga perantau Pariaman inilah yang membakar semangat saya untuk maju mengabdi dan membawa PKDP ke arah yang lebih bermanfaat.

"Saya ingin membangun budaya berinfak yang mengakar di hati warga, bukan sekadar iuran kaku. Ketika kita ikhlas memberi, pembangunan gedung dan kemakmuran masjid PKDP akan menjadi berkah bersama," ujar Drs. Suherman, M.Pd, Kamis (22/10/2026).

Dalam program unggulannya, lulusan Magister Pendidikan asal IKIP Padang dan Bandung ini menaruh perhatian besar pada penyelesaian Pembangunan Gedung Serbaguna PKDP serta penguatan fungsi masjid sebagai pusat syiar dan kegiatan sosial.

Pemilihan ketua kali ini mengukir sejarah baru karena menjadi ajang demokrasi langsung pertama bagi sekitar 1.000 warga perantau Pariaman di Bengkulu Selatan.

Menghadapi momen krusial tersebut, Suherman berpesan agar pesta demokrasi warga Minang perantauan ini dijalankan dengan penuh ketenangan, rasa kekeluargaan, serta saling menghormati.

"Salurkanlah aspirasi sesuai hati nurani tanpa ada intervensi. Pilihlah pemimpin yang benar-benar siap berkorban waktu dan pikiran demi kemajuan serta persatuan PKDP Bengkulu Selatan," tuturnya.

Pemilihan kali ini memiliki arti tersendiri bagi PKDP Bengkulu Selatan. Berdasarkan informasi yang disampaikan, pemilihan ketua secara langsung dan demokratis tersebut menjadi yang pertama digelar di tingkat organisasi PKDP setempat, dengan perkiraan sekitar 1.000 pemegang hak suara dari masyarakat PKDP Bengkulu Selatan.

Besarnya jumlah pemilih membuat proses pemilihan tidak hanya menjadi momentum pergantian kepemimpinan, tetapi juga ujian bagi kedewasaan berdemokrasi di lingkungan organisasi. Kebebasan menentukan pilihan, penghormatan terhadap perbedaan, dan penerimaan terhadap hasil pemilihan menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan.

Bagi Suherman, pencalonan ini bertumpu pada dukungan masyarakat dan tawaran program yang ingin dijalankannya. Keputusan akhir berada di tangan para pemegang hak suara, yang akan menentukan arah kepemimpinan PKDP Bengkulu Selatan melalui pemilihan langsung.

Pemilihan yang demokratis diharapkan melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga kebersamaan, meneruskan pembangunan, dan memperkuat peran PKDP dalam kehidupan sosial masyarakat Bengkulu Selatan.***

Penulis: DL
Editor: Isman