PEKANBARU, AmiraRiau.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, menghimbau pihak sekolah untuk mengurangi aktivitas peserta didik di luar ruangan.
Himbauan ini sering kualitas udara yang kembali masuk kategori Tidak Sehat akibat diselimuti kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain mengurangi aktivitas di luar ruangan, peserta didik dan tenaga pengajar juga dihimbau untuk menggunakan masker guna meminimalisir dampak kabut asap.
Meksi kualitas udara Tidak Sehat, namun Plt Kepala Disdik Kota Pekanbaru Abdul Jamal menyatakan belum ada kebijakan untuk pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Saat ini, kata dia, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk seluruh sekolah tingkat PAUD/TK, SD dan SMP.
"Untuk sekolah masih pembelajaran tatap muka secara terbatas," ucap Jamal, Senin (5/10/2026).
Selama pelaksanaan PTM terbatas, bagi peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap diizinkan untuk tidak mengikuti PTM. Pembelajaran dapat dilaksanakan melalui penugasan berbasis rumah.
"Jadi jika anak-anak sedang batuk, sesak nafas, atau kurang sehat jangan dipaksakan (mengikuti PTM)," tegas Jamal.
Ia menyatakan bahwa Pemko Pekanbaru terus melakukan pemantauan kualitas udara untuk pengambilan kebijakan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.***
Penulis: Afnan
Editor: Isman