Ratusan Mahasiswa Unri Demo Kantor Gubernur Protes Kabut Asap Karhutla

A

Alseptri Ady

Jumat, 23 Oktober 2026 | 20:46 WIB

Ratusan Mahasiswa Unri Demo Kantor Gubernur Protes Kabut Asap Karhutla

PEKANBARU, AmiraRiau.com Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau (BEM FKIP Unri) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Jumat (23/10/2026).

​Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda wilayah Riau. 

Mahasiswa mendesak pemerintah agar lebih serius menangani bencana tahunan tersebut serta meminta aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku pembakaran.

​Koordinator lapangan aksi, Syukri Hidayat, menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi total terhadap pola penanganan karhutla agar persoalan kabut asap tidak terus berulang dari tahun ke tahun.

​"Kami meminta pemerintah lebih serius menangani persoalan kabut asap ini. Pelaku pembakaran harus ditindak tegas, dan pencegahan harus diperkuat supaya kejadian seperti ini tidak terus berulang," ujar Syukri di sela-sela aksi.

​Dalam orasinya, BEM FKIP Unri menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah dan pihak berwenang:

​Evaluasi Penanganan
Meminta pemerintah berbenah secara serius dalam menangani persoalan kabut asap di Riau.

​Penegakan Hukum Tegas Mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan tanpa pandang bulu.

​Penguatan Pencegahan Mengharapkan adanya langkah pencegahan jangka panjang yang lebih efektif agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi.

​Meski mengakui pemerintah daerah telah berupaya melakukan penanganan, mahasiswa menilai langkah tersebut belum maksimal meredam dampak buruk bagi kesehatan dan aktivitas masyarakat.

​Syukri menambahkan, penanganan karhutla tidak boleh dianggap selesai hanya karena sejumlah titik api berhasil dipadamkan.

"Diperlukan pengawasan dan koordinasi berkelanjutan, termasuk dalam menangani asap yang diduga berasal dari daerah lain," tutupnya.***

Editor: Alseptri Ady