Resmi Dibuka Bupati Asahan, Pesparani Katolik 2026 Diikuti 250 Peserta

I

Isman

Senin, 05 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Resmi Dibuka Bupati Asahan, Pesparani Katolik 2026 Diikuti 250 Peserta

ASAHAN, AmiraRiau.com-  Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik LP3KD Kabupaten Asahan Tahun 2026 secara resmi dibuka Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., bertempat di Halaman SMA Panti Budaya Kisaran, Sabtu (03/10/2026).

Pembukaan ditandai pemukulan gong oleh Bupati Asahan bersama para Pastor.

Turut hadir Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan, yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Kabag Umum, Kabag Protokol, Pengurus LP3KD Kabupaten Asahan, para Pastor, Dewan Pastoral Paroki, serta peserta dan umat Katolik.

Ketua Panitia Pesparani Katolik Kabupaten Asahan Manosor Simanullang dalam laporannya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Bupati Asahan beserta rombongan atas kehadiran dan dukungan pada kegiatan tersebut.

Ia menyampaikan, Pesparani bukan hanya sekadar perlombaan paduan suara atau seni gerejani, melainkan wadah untuk menumbuhkan iman, mengembangkan talenta, mempererat persaudaraan, serta membangun kerukunan.

“Melalui tema Berjalan dalam Harmoni, Mewartakan Kasih dalam Satu Irama, kita diajak untuk menyadari bahwa setiap orang memiliki suara dan karakter yang berbeda. Namun, apabila semua suara disatukan dalam semangat kebersamaan, maka perbedaan tersebut justru dapat menghasilkan harmoni yang indah,” ujarnya.

Ia menjelaskan tujuan Pesparani untuk meningkatkan kehidupan iman dan rohani umat Katolik, mengembangkan bakat dan talenta dalam seni dan musik gerejani, serta mempererat persaudaraan. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 250 orang.

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin dalam sambutannya mengucapkan selamat atas terselenggaranya Pesparani Katolik Kabupaten Asahan Tahun 2026 dan berharap kegiatan tersebut berdampak positif bagi umat Katolik di Kabupaten Asahan.

Bupati menjelaskan Pesparani tidak semata-mata merupakan sebuah pertandingan, tetapi juga menjadi sarana bagi umat untuk memuji Tuhan melalui seni dan paduan suara.

“Pesparani ini bukan hanya semata-mata pertandingan. Ini adalah kegiatan untuk menyatukan suara dalam memuji Tuhan. Melalui paduan suara, bagaimana kita menyatukan hati dalam seni memuji Tuhan, sehingga kasih yang ada di dalamnya dapat menyentuh hati setiap orang yang mendengarkannya,” ungkapnya.

Bupati mengajak seluruh umat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dan keindahan dalam kehidupan bermasyarakat serta terus menjaga toleransi antarumat beragama.

“Walaupun kita memiliki perbedaan, mari kita jadikan perbedaan itu menjadi kekuatan dan juga keindahan. Mari kita terus menjaga toleransi antarumat beragama,” pesannya.

Bupati juga berharap umat beragama di Kabupaten Asahan senantiasa menjadi umat yang mencintai agamanya, sekaligus mampu menjaga kerukunan dan keharmonisan di tengah keberagaman.

“Kita berharap umat beragama di Kabupaten Asahan menjadi umat yang cinta kepada agamanya dan tetap menjaga kerukunan serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” lanjutnya.

Untuk Pesparani tingkat Provinsi Sumatera Utara di Kota Pematangsiantar, Bupati berharap wakil Kabupaten Asahan dapat meraih juara.

“Kegiatan Pesparani ini tentu setelah ini akan berlanjut ke tingkat Provinsi Sumatera Utara yang akan dilaksanakan di Siantar. Semoga yang mewakili Kabupaten Asahan nantinya dapat meraih juara di tingkat Provinsi Sumatera Utara, bahkan dapat mewakili Sumatera Utara ke tingkat berikutnya,” harap Bupati.

Kegiatan dilanjutkan penyerahan cinderamata berupa ulos dari panitia kepada Bupati Asahan dan foto bersama.***

Penulis: Heru
Editor: Isman