Sudah Bertahun-tahun Miring dan Rusak, Gedung SDN 17 Teluk Lanus Kini Ciamik dan Layak Pakai

I

Isman

Jumat, 02 Oktober 2026 | 15:24 WIB

Sudah Bertahun-tahun  Miring dan Rusak, Gedung SDN 17 Teluk Lanus Kini Ciamik dan Layak Pakai
Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, M.Si., didampingi Kepala Dinas Pendidikan Romi Lesmana A.P., M.Si., dalam kunjungan kerja ke Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

SIAK, AmiraRiau.com- Raut kebahagiaan terpancar jelas dari wajah para murid dan guru SD Negeri 17 Teluk Lanus saat kembali melangkah memasuki ruang-ruang kelas baru mereka. Bangunan sekolah di wilayah pesisir tersebut kini berdiri kokoh dan jauh lebih layak usai direvitalisasi total.

Gedung anyar tersebut diresmikan secara langsung oleh Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, M.Si., dalam kunjungan kerjanya ke Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Kamis (1/10/2026).

Bagi warga setempat, perbaikan ini sangat monumental. Pasalnya, sejak didirikan pada era Kepemimpinan Bupati Arwin AS, bangunan sekolah tersebut belum pernah tersentuh perbaikan besar.

Sebelumnya, sembilan lokal ruang belajar dan satu bangunan kantor di sekolah tersebut mengalami kerusakan memprihatinkan dengan kondisi struktur fondasi yang miring serta lantai retak parah.

Guna mewujudkan ruang belajar yang aman dan inklusif, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp1,5 Miliar untuk merenovasi total seluruh fasilitas sekolah tersebut.

Penghulu Teluk Lanus, Irwan Syahroni, menyampaikan rasa haru serta apresiasi mendalam atas gerak cepat jajaran Pemkab Siak dan pihak swasta.

"Alhamdulillah, harapan masyarakat Teluk Lanus bertahun-tahun akhirnya terwujud. Saya mewakili warga mengapresiasi dan berterima kasih setinggi-tingginya kepada Ibu Bupati Afni dan manajemen RAPP atas perhatian besarnya," ungkap Irwan, Kamis (1/10/2026).

Perhatian terhadap kondisi memprihatinkan SDN 17 Teluk Lanus bermula saat Bupati Afni melakukan kunjungan dan menginap di rumah warga beberapa bulan lalu. Mengetahui aspirasi warga terkait keselamatan anak-anak saat belajar, Afni langsung mengambil langkah taktis.

Ia menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran daerah (APBD) tidak boleh menjadi penghalang untuk menjamin layanan dasar pendidikan bagi anak-anak di daerah terisolir.

"Saat melihat langsung kondisi sekolah beberapa bulan lalu, saya prihatin. Di tengah efisiensi APBD saat ini, kita tidak boleh menyerah. Pasti ada jalan keluar dan orang-orang baik yang mau membantu kita," kata Afni.

Mantan wartawan ini kemudian membawa proposal perbaikan sekolah tersebut ke Jakarta untuk berdiskusi dengan manajemen RAPP hingga akhirnya disetujui pembiayaannya secara penuh.

General Manager Senior Stakeholder Relations (SHR) PT RAPP, Wan Mohd Jakh Anza, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan komitmen visi April 2030 dalam mendorong peningkatan literasi serta akses pendidikan masyarakat sekitar operasional perusahaan.

"Visi kami adalah tumbuh dan berkembang bersama masyarakat melalui pembangunan yang inklusif," jelas Wan Jakh Anza.

Selain menggalang kemitraan CSR, Bupati Afni membeberkan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak juga berhasil memperjuangkan dana APBN 2026 dari pemerintah pusat senilai kurang lebih Rp64 Miliar untuk merevitalisasi 74 sekolah jenjang TK, SD, hingga SMP se-Kabupaten Siak.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak ini berpesan agar perbaikan infrastruktur sekolah ini diimbangi dengan lonjakan semangat belajar para siswa dan pengajaran para guru.

Ia juga menginstruksikan para kepala sekolah dan penghulu untuk secara disiplin memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar seluruh fasilitas pendidikan yang membutuhkan perbaikan terdata secara presisi.

"Kolaborasi nyata seperti inilah yang percepat pemenuhan layanan dasar masyarakat, baik sektor pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur yang memadai di seluruh penjuru Siak," pukasnya.***

Editor: Isman
Sumber: MC Siak