Andris Wasono dalam arahannya, menyampaikan bahwa ketetapan 1 Syawal 1444 H tentunya kita tetap menunggu keputusan Pemerintah Republik Indonesia. Dan seperti biasanya pada malam 1 Syawal tersebut kita akan melaksanakan pawai takbir yang diikuti oleh seluruh pengurus dan jama’ah perwakilan dari masing-masing masjid maupun mushalla yang ada.
Tentunya sebelum kita melaksanakan kegiatan tersebut lanjut Andris, kita harus mempersiapkannya secara baik dan sedetail mungkin, serta membentuk panitia yang bertanggung jawab sebagai pelaksana kegiatan di lapangan.
“Pawai Takbir ini nantinya akan kita nilai dan diperlombakan, makanya kepada panitia harus segera mensosialisasikan kepada peserta lomba pawai takbir, buatkan edaran serta kriteria penilaian dan ketentuan yang harus dipatuhi oleh peserta lombam,” ucap Andris.
Kita tentunya berharap, lanjut Andres, kegiatan religi ini nantinya dapat berjalan baik, lancar dan tertib serta tidak berdampak negatif pada situasi Kamtibmas, tidak menyalahi aturan hukum dan agama serta adat istiadat kita orang Melayu.
“Diharapkan kepada peserta, harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan serta mengikuti kriteria lomba, seperti tidak dibenarkan membawa drum band, gitar serta memakai mobil hias dan sepeda motor, hanya boleh becak hias" ungkapnya.
Sebagai informasi, untuk pelaksanaan pawai takbir yang akan dimulai pada pukul 19.45 WIB, dan akan melalui rute Jln A. Yani menuju Jln Jend. Sudirman, Jln Hos Cokroaminoto dan Jln Hangtuah. Kemudian dilanjutkan dari Jln Hangtuah menuju Jln Pattimura dan kembali ke Jln Jend. Sudirman serta finish di Jln A. Yani.
Andris juga mengingatkan Bagian Kesra Setda dan panitia serta pengurus Masjid Agung Istiqomah untuk memantapkan serta mempersiapkan pelaksanaan Shalat Idul Fitri nantinya.
“Bukan hanya pawai takbir, kami juga minta agar pelaksanaan shalat Idul Fitri juga dimatangkan, jika pelaksanaannya dilapangan agar benar-benar dipersiapkan, begitu juga penetapan siapa petugasnya baik khatib, imam, muazzin dan petugas lainnya.” Ingat Andris.
Jika perlu lanjut mantan Kabag Tapem Setda Bengkalis tersebut itu lagi, Khatib kita minta membuat konsep khutbah yang nantinya bisa kita sebarkan untuk masjid atau mushalla yang melaksanakan shalat idul fitri diseluruh desa maupun kelurahan dalam wilayah Kabupaten Bengkalis. (MRP)