Belajar Adat Istiadat, Siswa Sekolah Lansia BKMT Kampar di Salo Tertawa Lepas

H

hasbi

Sabtu, 26 September 2026 | 12:00 WIB

Belajar Adat Istiadat, Siswa Sekolah Lansia BKMT Kampar di Salo Tertawa Lepas
Suasana berbeda terlihat dalam pertemuan keempat Sekolah Lansia BKMT Kabupaten Kampar di Kecamatan Salo, Selasa (22/9/2026). Para siswa yang mayoritas berusia lanjut.

SALO, AmiraRiau.com-Suasana berbeda terlihat dalam pertemuan keempat Sekolah Lansia BKMT Kabupaten Kampar di Kecamatan Salo, Selasa (22/9/2026). Para siswa yang mayoritas berusia lanjut mengikuti materi adat istiadat dengan penuh antusias, diselingi tawa dan cerita pengalaman mereka.

Materi tentang adat istiadat disampaikan pengurus BKMT Kabupaten Kampar, Rina Dianti Hasan dan Misrahayati. Keduanya mengajak para siswa untuk kembali mengenal sekaligus menjaga adat istiadat khas Kampar yang dinilai mulai tergerus perkembangan zaman.

Kepala Sekolah Lansia BKMT Kabupaten Kampar, Netty Mindrayani, membuka pertemuan tersebut. Selain mengikuti proses pembelajaran, Netty juga mengumpulkan sejumlah persyaratan administrasi dan formulir para siswa yang masih belum lengkap.

Proses belajar berlangsung santai. Para siswa tampak serius mendengarkan materi, namun sesekali pecah dalam tawa ketika narasumber mengajak mereka mengingat pengalaman masa lalu berkaitan dengan adat dan kebiasaan masyarakat Kampar.

Salah seorang siswa, Jusmaniar, bahkan ikut berbagi pengalaman mengenai tradisi bersiacung saat menghadapi hidangan makanan.

Menurutnya, tradisi bersiacung yang dilakukan sebelum menyantap hidangan terkadang justru membuat anak-anak muda zaman sekarang tidak sabar.

"Ya, orang zaman sekarang sering marah mendengar orang bersiacung kalau menghadapi hidangan mau makan. Bagaimana tidak, perut sudah lapar, bersiacungnya lama dan panjang sekali," ujarnya sambil disambut tawa peserta lainnya.

Misrahayati menjelaskan, berbagai tradisi dan adat istiadat yang diwariskan para leluhur tidak sekadar menjadi kebiasaan, tetapi juga mengandung norma serta etika dalam kehidupan bermasyarakat.

"Saat ini adat istiadat khas Kampar ini sudah mulai punah. Maka dari itu, bagaimana adat istiadat yang mengandung norma dan etika itu tetap lestari," ujar Misrah.

Ia berharap para siswa Sekolah Lansia tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga dan meneruskan nilai-nilai adat kepada generasi berikutnya.

Suasana semakin meriah ketika Rina Dianti Hasan mengajak para siswa bernyanyi bersama. Mereka menyanyikan Mars Lansia, lagu Balada Lansia dengan judul Siapa Bilang Lansia Tidak Berguna, hingga lagu anak-anak Kereta Api Tut Tut Tut.

Keceriaan semakin terlihat ketika para siswa diminta bernyanyi bersama sambil mengurut teman di sebelahnya.

Salah seorang siswa, Asmar, bahkan tertawa geli ketika mendapat giliran diurut oleh temannya. Gelak tawa pun kembali memenuhi ruangan.

Menariknya, keterbatasan fasilitas tidak mengurangi semangat para siswa. Meski tidak menggunakan mikrofon dan perangkat speaker sedang mengalami kendala, kegiatan tetap berlangsung meriah dengan suara para lansia yang bernyanyi bersama.

Pertemuan keempat Sekolah Lansia BKMT Kabupaten Kampar tersebut pun berlangsung lancar. Keceriaan para siswa menjadi warna tersendiri dalam proses pembelajaran, membuktikan bahwa usia lanjut bukan penghalang untuk terus belajar, bersosialisasi dan menjaga nilai-nilai budaya daerah.

Meski sebagian perangkat sekolah berhalangan hadir, kegiatan tetap berjalan dengan penuh keakraban dan berhasil menciptakan suasana belajar yang riang dan menggembirakan.***

Suasana berbeda terlihat dalam pertemuan keempat Sekolah Lansia BKMT Kabupaten Kampar di Kecamatan Salo, Selasa (22/9/2026). Para siswa yang mayoritas berusia lanjut.***

Editor: Hasbi

Sumber: Ali Akbar