Blusukan ke Pasar Dupa, Wako Agung Pastikan Harga Sembako Stabil

I

Isman

Selasa, 26 Mei 2026 | 15:29 WIB

Blusukan ke Pasar Dupa, Wako Agung Pastikan Harga Sembako Stabil
Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, S.E., M.M., melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Dupa, Selasa (26/5/2026).

PEKANBARU, AmiraRiau.com - Guna menjamin ketahanan pangan dan stabilitas harga komoditas pokok menjelang perayaan Hari Raya Iduladha, Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, S.E., M.M., melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Dupa, Selasa (26/5/2026). Langkah taktis ini diambil untuk memastikan pasokan bahan pokok penting (bapokting) aman di tingkat distributor hingga pedagang eceran.

Dalam agenda blusukan tersebut, Wako Agung menyisir lapak-lapak pedagang untuk memeriksa langsung fluktuasi harga komoditas utama, mulai dari minyak goreng kemasan pemerintah (Minyakita), bawang merah, daging sapi segar, hingga beras premium.

Berdasarkan hasil pemetaan data dan interaksi langsung, manajemen pasar mengonfirmasi bahwa nilai tukar barang kebutuhan pokok sejauh ini masih berada dalam batas wajar dan terkendali.

"Dari pantauan komprehensif kita hari ini, Alhamdulillah harga-harga sembako strategis seperti Minyakita, beras, bawang, dan daging sapi masih sangat terkendali. Belum ada indikasi lonjakan harga yang signifikan menjelang Iduladha," ungkap Agung Nugroho di sela peninjauan lapangan.

Meski kurva harga pangan cenderung stabil, Wali Kota Pekanbaru memberikan catatan kritis terkait dinamika omzet yang dihadapi oleh para pedagang konvensional. Ia mengungkapkan, tantangan terbesar pasar tradisional saat ini bukan lagi penurunan daya beli, melainkan adanya pergeseran perilaku (shifting) masyarakat yang mulai beralih memanfaatkan platform niaga elektronik (e-commerce / online).

Fenomena digitalisasi ini diakui memicu penurunan volume transaksi fisik di pasar-pasar induk dan tradisional.

Pemerintah Kota Pekanbaru menggarisbawahi beberapa poin langkah mitigasi ekonomi, mengintensifkan pemantauan agar tidak terjadi kesenjangan harga (price gap) yang mencolok antara pedagang pasar fisik dan retail daring, mendorong standardisasi kebersihan dan kenyamanan pasar tradisional agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat dan menyiapkan program pendampingan agar pedagang konvensional mampu merambah ekosistem pasar digital secara simultan.

"Sebagian warga kita memang masih setia berbelanja fisik di pasar, tetapi sebagian besar lainnya sudah beralih ke transaksi online. Pergeseran budaya belanja ini cukup berdampak pada omzet pedagang konvensional kita," jelasnya.

Pemkot Pekanbaru berkomitmen kuat untuk menjaga keseimbangan pasar (market equilibrium) agar transisi digital ini tidak mematikan mata pencaharian para pelaku ekonomi mikro di pasar rakyat.

Pengawasan melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) bersama Satgas Pangan akan dioptimalkan demi melindungi konsumen dari praktik penimbunan barang dan spekulasi harga.

"Pemerintah akan hadir penuh guna memastikan tidak terjadi ketimpangan usaha yang merugikan salah satu pihak. Kita ingin ekosistem ekonomi di Pekanbaru tetap tumbuh sehat, berkeadilan, dan kebutuhan warga menyambut Iduladha dapat terpenuhi dengan baik serta murah," pungkas Agung Nugroho optimis.***

Editor: Isman

Sumber: MC Pekanbaru