Buka Muswil APTISI, Pemprov Riau Minta Kampus Swasta Pacu Mutu Lulusan

I

Isman

Senin, 29 Juni 2026 | 16:40 WIB

Buka Muswil APTISI, Pemprov Riau Minta Kampus Swasta Pacu Mutu Lulusan
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya.

PEKANBARU, AmiraRiau.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengimbau seluruh jajaran perguruan tinggi swasta di Bumi Lancang Kuning untuk mengaselerasi reformasi tata kelola kelembagaan secara radikal. Langkah intervensi ini dinilai krusial agar sektor pendidikan swasta mampu melahirkan lulusan unggul yang kompatibel dengan tuntutan pasar kerja di era transformasi digital.

Pesan strategis tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, yang hadir mewakili Gubernur Riau dalam agenda Musyawarah Wilayah (Muswil) Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah X-B Provinsi Riau di Pekanbaru, Senin (29/6/2026). Pihak otoritas daerah menegaskan bahwa penguatan mutu institusi swasta memegang porsi masif dalam menentukan indeks pembangunan manusia di tingkat teritorial.

"Kami menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran pengurus institusi yang tergabung dalam wadah ini atas konsistensi mereka menjadi mitra strategis pemerintah. Kontribusi sektor swasta sangat vital dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mencetak aset manusia yang berdaya saing global," tutur Erisman Yahya saat membacakan pokok pikiran gubernur.

Pemerintah Daerah mengingatkan agar momentum musyawarah ini tidak sekadar terjebak pada  seremonial pergantian pucuk pimpinan organisasi, melainkan wajib dioptimalkan sebagai wadah konsolidasi gagasan makro.

Ada tiga pilar tantangan digital yang disoroti untuk dirumuskan solusinya secara kolektif, pertama, institusi dituntut adaptif terhadap lompatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan otomatisasi sektor industri. Kedua, mendorong dosen dan mahasiswa menghasilkan inovasi aplikatif yang mampu menyelesaikan problem riil di tengah masyarakat Riau dan menolak segala bentuk maladministrasi pengelolaan kampus demi menjaga marwah dan akreditasi institusi di mata publik.

Erisman menambahkan, akselerasi mutu pendidikan tinggi mustahil berjalan optimal jika kampus bergerak secara parsial tanpa melibatkan jejaring eksternal. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama.

"Kami berharap kepengurusan baru yang terbentuk nanti memiliki komitmen kuat untuk memodernisasi pola pengajaran, memperluas kemitraan dengan dunia industri, serta membangun kolaborasi erat bersama pemerintah daerah. Hanya melalui kerja bersama ini, kita dapat menyiapkan generasi produktif yang siap menyokong visi besar Indonesia Emas 2045," pungkas Kepala Dinas Pendidikan menutup arahannya.***

Editor: Isman

Sumber: MC Riau