ASAHAN, AmiraRiau.com- Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan mengambil langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi dan kesejahteraan para tenaga pendidik. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Asahan, Musa Al Bakri, SE., M.Si., menghadiri sekaligus membuka secara resmi agenda Workshop Pendidikan Dasar Perkoperasian KPRI Mekar Angkatan XVII.
Kegiatan edukasi ekonomi kerakyatan tersebut dipusatkan di Aula UPTD SDN 013857 Mekar Baru, Kecamatan Kisaran Barat, Jumat (13/7/2026). Workshop berskala daerah ini menyasar ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan tenaga pendidik tingkat SD dan SMP dari seluruh penjuru Kabupaten Asahan.
Langkah akselerasi ini diorientasikan untuk membekali para guru dengan pemahaman komprehensif terkait regulasi hukum perkoperasian. Selain itu, agenda ini bertujuan menumbuhkan iklim pengelolaan koperasi sekolah agar bertransformasi menjadi lembaga yang lebih profesional, sehat, dan berkelanjutan.
"Kita harus mengubah paradigma lama. Koperasi sekolah itu bukan hanya soal urusan administrasi simpan pinjam konvensional. Lebih luas dari itu, koperasi adalah pilar penting dan wadah strategis untuk membangun kemandirian ekonomi, mempererat solidaritas, serta meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan para anggota pahlawan tanpa tanda jasa," tegas Kadisdik Musa Al Bakri.
Musa Al Bakri memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen KPRI Mekar yang konsisten menjalankan fungsi pembinaan secara berkala bagi anggotanya. Langkah pembinaan rutin dinilai krusial agar operasional koperasi terhindar dari risiko manajemen dan mampu memberikan manfaat riil di lapangan.
Ada tiga hal utama yang dibedah secara mendalam dalam workshop angkatan XVII ini, pertama, penyelarasan pemahaman pengurus mengenai regulasi dan undang-undang perkoperasian nasional yang berlaku.
Kedua, penegakan disiplin tertib administrasi keuangan, transparansi pelaporan buku, dan pengawasan internal yang ketat. Ketiga, merancang peta jalan ekspansi unit usaha koperasi di sekolah agar tidak monoton, sehingga mampu mendongkrak sisa hasil usaha (SHU).
Melalui implementasi materi workshop ini, seluruh unit koperasi sekolah di bawah naungan Disdik Asahan diharapkan mampu memecahkan berbagai tantangan internal, mulai dari pemodalan hingga digitalisasi layanan.
Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan tata kelola pasca-pelatihan ini. Nilai-nilai gotong royong yang dipelajari dalam workshop diinstruksikan untuk segera diterapkan di satuan pendidikan masing-masing guna memperkuat kebersamaan insan pendidikan di Kabupaten Asahan.***
Penulis: Heru