Bupati Asmar Buka Festival Telaga Air Merah VI, Kolaborasi Desa dan Perusahaan Dorong Wisata Meranti

F

Farhan Hasibuan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:42 WIB

Bupati Asmar Buka Festival Telaga Air Merah VI, Kolaborasi Desa dan Perusahaan Dorong Wisata Meranti
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar bersama tamu undangan dan masyarakat di tepi Telaga Air Merah usai pembukaan Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026 di Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Sabtu (16/5/2026).

MERANTI, AmiraRiau.com - Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, secara resmi membuka Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026 yang digelar di Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Sabtu (16/5/2026).

Festival tahunan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes Tanjung Mandiri, masyarakat, dan PT Imbang Tata Alam (ITA) dalam mengembangkan potensi wisata berbasis budaya dan kearifan lokal di wilayah pedesaan.

Dalam sambutannya, Bupati Asmar mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang dinilai berhasil menjadikan Telaga Air Merah sebagai destinasi wisata unggulan yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat desa.

“Festival ini bukan sekadar hiburan atau agenda wisata, tetapi menjadi bukti nyata bagaimana kekayaan budaya, sejarah, dan kearifan lokal dapat dikembangkan menjadi potensi ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Asmar.

Menurutnya, Festival Telaga Air Merah juga memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi budaya Melayu sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi.

Ia menilai kegiatan tersebut mampu memperkenalkan kembali permainan dan olahraga tradisional kepada generasi muda agar tetap mengenal warisan budaya daerahnya.

“Festival Telaga Air Merah ini merupakan salah satu bentuk usaha kita dalam menjaga khasanah budaya Melayu sekaligus mengajak generasi muda untuk terus melestarikan warisan budaya daerah,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Asmar turut mengapresiasi kontribusi PT Imbang Tata Alam dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa melalui pembangunan Jalan Tanjung Darul Takzim sepanjang 1.600 meter dengan lebar 3 meter yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat setempat.

Menurutnya, keberadaan jalan tersebut sangat membantu mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi warga, khususnya distribusi hasil perkebunan dan pertanian.

“Kami berharap jalan ini dapat dijaga dan dirawat bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung, Muhammad Anas, mengatakan Festival Telaga Air Merah yang kini memasuki tahun keenam merupakan hasil kekompakan pemerintah desa, BUMDes, masyarakat dan pihak perusahaan dalam membangun wisata desa secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah tahun ini Festival Telaga Air Merah kembali terlaksana berkat kebersamaan seluruh pihak. Ini menjadi bukti kekompakan desa bersama BUMDes dan PT Imbang Tata Alam,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pengelolaan Wisata Telaga Air Merah melalui unit usaha BUMDes Tanjung Mandiri terus memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan desa.

“Pada tahun 2025 lalu, BUMDes Tanjung Mandiri berhasil menghasilkan PAD atau keuntungan sekitar Rp183 juta yang secara bertahap memberikan manfaat bagi desa dan masyarakat,” katanya.

Perwakilan Manajemen EMP PT Imbang Tata Alam, Arif Hidayatullah, menyebut Festival Telaga Air Merah sebagai contoh nyata kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun potensi daerah.

“PT Imbang Tata Alam bukan Superman, tetapi kami ingin menjadi super team bersama masyarakat dan pemerintah dalam membangun Meranti yang lebih maju,” ujarnya.

Ia mengaku kagum terhadap semangat masyarakat Desa Tanjung yang mampu mengubah kawasan embung menjadi destinasi wisata yang produktif dan menarik pengunjung dari berbagai daerah.

“Kami belajar dari semangat juang masyarakat Desa Tanjung dalam mengembangkan wisata ini,” katanya.

Arif juga mengapresiasi keterlibatan Pokdarwis, BUMDes, serta masyarakat yang menyediakan homestay dan mendukung berbagai aktivitas wisata selama festival berlangsung sehingga berdampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat setempat.

“Boleh jadi kita berbeda, ada Jawa, Sunda dan Melayu, tetapi di sini kita bersatu dan berkolaborasi membangun Meranti lebih maju,” ungkapnya.

Di sela kegiatan, PT Imbang Tata Alam turut menyerahkan santunan kepada 23 anak yatim dari Desa Tanjung, Maini Darul Aman, Tenan dan Tanjung Darul Takzim sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

Usai membuka festival, Bupati Asmar juga membuka lomba pacu sampan dan lomba mencucuk atap yang menjadi rangkaian utama Festival Telaga Air Merah ke-VI Tahun 2026.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir, Bupati Asmar bersama tamu undangan turut melakukan penanaman pohon di kawasan wisata Telaga Air Merah.

Festival Telaga Air Merah tahun ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan budaya dan perlombaan, di antaranya lomba pacu sampan, mencucuk atap, lomba mewarnai tingkat TK dan RA se-Kecamatan Tebingtinggi dan Tebingtinggi Barat, malam apresiasi seni budaya, pertunjukan barongsai, tari tradisional, orkes Melayu, api unggun hingga camping ground di kawasan wisata Telaga Air Merah.

Sebelum membuka festival, Bupati Asmar terlebih dahulu meresmikan Jalan Tanjung Darul Takzim yang dibangun melalui dukungan PT Imbang Tata Alam.

Editor: Farhan Hasibuan