Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Ricuh, Plt Gubri Hanya Video Call Karena di Batam

A

Alseptri Ady

Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Ricuh, Plt Gubri Hanya Video Call Karena di Batam

PEKANBARU, AmiraRiau.com - Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Riau (Unri) berakhir ricuh, Rabu (12/8/2026) siang. Mahasiswa mendesak dan mendorong paksa gerbang kantor Gubernur Riau sehinggga menimbulkan ketegangan antara mahasiswa dan petugas keamanan. Akibatnya  3 orang diamankan dan beberapa orang dirawat. 
 
Kericuhan terjadi menjelang pukul 15.00 WIB. Sebelumnya, pihak kepolisian, perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, dan mahasiswa sepakat memberikan waktu hingga pukul 15.00 WIB untuk mengambil keputusan terkait tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Namun, menjelang batas waktu tersebut, sejumlah mahasiswa mendadak mendobrak pintu masuk Kantor Gubernur Riau. Saat itu, sebagian aparat kepolisian dan Satpol PP yang berjaga tengah beristirahat.

Namun upaya mahasiswa untuk masuk ke dalam kantor gubernur gagal dihadang aparat. Polisi bersama Satpol PP menahan pintu masuk sehingga terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas.

Situasi semakin memanas hingga aparat mengamankan tiga orang mahasiswa. Di tengah kericuhan, seorang polisi yang berjaga dilaporkan sempat pingsan. Petugas tersebut kemudian mendapat pertolongan dan berhasil diselamatkan.

Ketiga mahasiswa yang diamankan akhirnya dilepaskan setelah dilakukan dialog antara petugas dengan perwakilan mahasiswa.

Aksi demonstrasi tersebut dipicu keinginan mahasiswa untuk bertemu langsung dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. Namun, SF Hariyanto diketahui sedang berada di Batam sehingga tidak dapat menemui massa aksi secara langsung dan hanya melalui video call.

Dalama video call itu, SF Hariyanto janji menjadwalkan dialog dengan mahasiswa tersebut. Dialog itu direncanakan setelah ia pulang dari dinas luar kota.

Saat ini, SF Hariyanto sedang dinas luar, di Kota Batam, Kepulauan Riau. Plt Gubernur Riau mengikuti sejumlah agenda pemerintahan di Batam, salah satunya kegiatan Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi tahun 2026.

Dalam aksi demo ini, salah satu poin penting tuntutan mahasiswa adalah beasiswa dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang tak ada kejelasan. Mereka mempertanyakan kenapa beasiswa tersebut tak kunjung dicairkan.

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Yan Darmadi mengatakan, beasiswa tersebut dalam tahapan proses administrasi.

"Beasiswa ini kan sudah kita proses, artinya tentu berproses. Baik validisi maupun pemenuhan terhadap data-data mahasiswa lanjutan yang menerima," ujar Yan.

Pemprov Riau hanya berkomitmen untuk memberikan beasiswa lanjutan. Sementara untuk beasiswa yang baru, pihaknya masih mempertimbangkan kondisi fiskal Riau.***

 

Editor: Alseptri Ady