BENGKALIS, AmiraRiau.com— Di tengah duka yang menyelimuti beberapa wilayah di Sumatera akibat bencana alam, masyarakat Desa Bantan Sari, Kabupaten Bengkalis, menunjukkan aksi solidaritas yang luar biasa. Melalui gerakan bertema #DesaPartisipatif, Pemerintah Desa (Pemdes) Bantan Sari resmi menyerahkan bantuan hasil donasi warga sebesar Rp3.811.000 kepada BAZNAS Kabupaten Bengkalis, Jumat (2/1/2026).
Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis di Kantor Pemdes Bantan Sari, dihadiri oleh tokoh masyarakat serta perwakilan dari BAZNAS Bengkalis.
Inisiatif ini digagas sebagai upaya menggerakkan peran aktif warga dalam isu kemanusiaan. Plh. Kepala Desa Bantan Sari menegaskan bahwa meskipun jarak geografis memisahkan, tanggung jawab sosial masyarakat desa melampaui batas wilayah.
“Bantuan yang terkumpul ini adalah hasil dari rasa kepedulian yang tulus dari setiap warga Bantan Sari. Kami ingin membuktikan bahwa desa bisa menjadi motor penggerak partisipasi sosial yang berdampak nyata,” ungkap Pj. Kepala Desa.
Pengumpulan donasi dilakukan secara terbuka selama sepekan di akhir Desember 2025. Pemdes membuka gerai di titik-titik strategis seperti balai desa untuk mempermudah warga berkontribusi.
Perwakilan BAZNAS Kabupaten Bengkalis mengapresiasi langkah cepat desa ini. Bantuan tersebut akan segera didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak di daerah terdampak, meliputi: bahan makanan pokok dan perlengkapan sandang, kebutuhan kesehatan dan obat-obatan serta dukungan perbaikan fasilitas umum yang rusak.
“Kami akan memastikan setiap rupiah bantuan dari warga Bantan Sari sampai ke tangan yang membutuhkan secara tepat sasaran,” jelas pihak BAZNAS.
Gerakan #DesaPartisipatif direncanakan menjadi agenda rutin Desa Bantan Sari. Tidak hanya untuk bencana, tetapi juga sebagai wadah dukungan program sosial di masa depan. Semangat ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Bengkalis untuk bersama-sama membangun komunitas yang lebih peduli.
“Tindakan kecil ini jika dilakukan bersama-sama akan menciptakan dampak positif yang besar. Inilah esensi dari desa yang partisipatif dan inklusif,” pungkas Kepala Desa.***
Penulis: Indra