Dikenal Pendiam, Siswa MAN 3 Padang Peledak Bom Mengaku Belajar dari Internet

A

Alseptri Ady

Selasa, 14 Juli 2026 | 18:59 WIB

Dikenal Pendiam, Siswa MAN 3 Padang Peledak Bom Mengaku Belajar dari Internet

PADANG, AmiraRiau.com - RF siswa MAN 3 kota Padang Sumatera Barat yang diduga meledakkan bom di sekolah ternyata belajar merakit bom dari internet. Ledakan bom rakitan itu terjadi di lingkungan sekolah pada Selasa (14/7/2026) pagi.

"Dia mempelajari lewat internet, YouTube, dia mempelajari seperti itu," kata Kapolresta Padang, Kombes Pol. Apri Wibowo kepada wartawan. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, siswa berinisial RF, yang duduk di kelas XII itu diduga nekat melakukan aksinya karena menyimpan dendam akibat menjadi korban perundungan atau bullying.

Menurut Apri, pelaku telah merencanakan aksinya dengan menyimpan bom rakitan di dalam ransel. Sasaran ledakan disebut mengarah kepada teman-teman yang kerap melakukan perundungan terhadap pelaku. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Polisi juga menemukan tiga bom rakitan lain yang belum sempat diledakkan. 

"Tadi yang dicoba diledakkan ada satu, terus yang tiga belum diledakkan," ujarnya.

Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengaku mempelajari cara merakit bom secara mandiri melalui internet. Polisi kini masih menelusuri asal-usul bahan peledak yang digunakan dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Aparat juga akan memeriksa rumah pelaku untuk memastikan tidak ada bom rakitan atau bahan peledak lain yang masih disimpan.

Penyidik juga mendalami keterangan pelaku yang mengaku telah mengalami perundungan sejak duduk di kelas II, bahkan mengaku pernah menjadi korban bullying sejak masih kecil. 

Keterangan tersebut akan diverifikasi melalui pemeriksaan saksi, termasuk pihak sekolah dan rekan-rekan pelaku. Karena pelaku masih berstatus anak, polisi menegaskan proses hukum akan tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak sesuai ketentuan yang berlaku. 

"Nanti kita lihat. Yang jelas dia masih korban yang harus kita perhatikan masa depannya," kata Apri.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki secara menyeluruh motif, kronologi, jenis bahan peledak, dan rangkaian peristiwa dalam kasus tersebut. Sementara itu, situasi di lingkungan MAN 3 Padang telah dinyatakan aman setelah lokasi kejadian disterilkan oleh aparat kepolisian.

Pelaku Siswa Pendiam

Nindya, Wali kelas RF saat duduk di kelas XI MAN 3 Kota Padang mengaku tidak pernah melihat adanya perundungan terhadap siswanya itu. Menurutnya, yang terlihat selama di sekolah hanya candaan antarsiswa.

Menurut Nindya, RF dikenal sebagai siswa yang pendiam dan tidak banyak berinteraksi selama mengikuti pembelajaran. 

"Anaknya enggak terlalu aktif. Biasa saja. Banyak diam," ujarnya. 

Meski demikian, RF tetap memiliki teman di kelas dan tidak mengalami kendala dalam proses belajar. 

"Dari pantauan kami, dia ada berteman dengan teman sekelasnya. Nilainya pun alhamdulillah tuntas semua," kata Nindya.***

Editor: Alseptri Ady