KAMPAR, AmiraRiau.com — Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PW PII) Provinsi Riau, Ir. Ulul Azmi, S.T., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng., menghadiri langsung Musyawarah Cabang (Muscab) PII Kabupaten Kampar yang dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, di Politeknik Kampar, Kabupaten Kampar.
Ketua PW PII Riau hadir bersama Sekretaris PW PII Riau, Ir. Angga Islam Darmawan, sebagai bagian dari dukungan Pengurus Wilayah terhadap penguatan dan keberlanjutan organisasi PII di tingkat kabupaten/kota.
Dalam Muscab tersebut, Dr. Ir. Nina Veronika, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN Eng. kembali mendapat kepercayaan anggota untuk memimpin Pengurus Cabang PII Kabupaten Kampar masa bakti 2026–2029. Nina terpilih secara aklamasi setelah sebelumnya memimpin PII Kabupaten Kampar pada masa bakti 2023–2026.

Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PW PII) Provinsi Riau, Ir. Ulul Azmi, S.T., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng.
Dalam sambutannya, Ir. Ulul Azmi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dr. Ir. Nina Veronika beserta seluruh jajaran Pengurus Cabang PII Kabupaten Kampar periode 2023–2026 atas dedikasi, pengabdian, kerja sama dan kontribusinya dalam membesarkan organisasi serta menjalankan berbagai program keinsinyuran di Kabupaten Kampar.
“Terima kasih kepada Ibu Dr. Ir. Nina Veronika beserta seluruh jajaran Pengurus Cabang PII Kabupaten Kampar periode 2023–2026 atas dedikasi dan pengabdiannya. Berbagai capaian dan program yang telah dilaksanakan menjadi fondasi penting untuk melangkah pada periode berikutnya. Terpilihnya kembali secara aklamasi menunjukkan besarnya kepercayaan anggota terhadap kepemimpinan beliau,” ujar Ulul.
Menurutnya, kesinambungan kepemimpinan harus menjadi momentum untuk membawa PII Kabupaten Kampar semakin maju, tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga semakin aktif meningkatkan kompetensi dan profesionalisme anggota serta memperluas kontribusi keinsinyuran bagi pembangunan daerah.

Ketua Pengurus Cabang PII Kabupaten Kampar masa bakti 2026–2029, Dr. Ir. Nina Veronika.
“Yang sudah baik kita lanjutkan, yang belum maksimal kita perkuat. Periode 2026–2029 harus menjadi periode peningkatan prestasi, profesionalisme, kolaborasi dan kontribusi PII Kabupaten Kampar bagi daerah,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ulul juga menyampaikan perkembangan penguatan profesi keinsinyuran di Provinsi Riau, termasuk Surat Edaran Gubernur Riau sebagai salah satu bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Riau terhadap implementasi keinsinyuran dan peningkatan profesionalisme insinyur.
Ia meminta jajaran PII Kabupaten Kampar ikut menyosialisasikan dan menindaklanjuti semangat Surat Edaran tersebut sehingga penguatan profesi keinsinyuran tidak berhenti pada tingkat provinsi, tetapi bergerak dan memberikan dampak hingga kabupaten dan kota.
Menurut Ulul, dukungan tersebut menjadi momentum bagi PII untuk semakin aktif mendorong implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, peningkatan kompetensi, pemenuhan standar profesional serta peningkatan jenjang Insinyur Profesional.
Keseriusan Pemerintah Provinsi Riau terhadap profesi keinsinyuran, lanjutnya, juga diperlihatkan langsung oleh Gubernur Riau yang ikut berproses dalam jenjang Insinyur Profesional. Menurut Ulul, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen sekaligus keteladanan pimpinan daerah terhadap penguatan ekosistem keinsinyuran di Provinsi Riau.
“Kalau Gubernur Riau saja memberikan perhatian, ikut berproses dalam jenjang Insinyur Profesional dan ikut berkontribusi terhadap penguatan keinsinyuran, tentu kita sebagai insan keinsinyuran harus lebih bersemangat lagi. Dukungan ini harus kita jawab dengan peningkatan kompetensi, profesionalisme, prestasi dan, yang paling penting, kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ungkap Ulul.
Ia juga mendorong para insinyur, khususnya di Kabupaten Kampar, untuk terus meningkatkan kompetensi dan jenjang profesional, baik Insinyur Profesional Pratama (IPP), Insinyur Profesional Madya (IPM), maupun Insinyur Profesional Utama (IPU).
Dalam sambutannya, Ketua PW PII Riau turut menyampaikan prestasi Provinsi Riau dalam Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) Tahun 2026. Provinsi Riau berhasil meraih Kategori Perak pada Klasifikasi Provinsi tingkat nasional serta mencatatkan capaian sebagai peringkat pertama di antara daerah dari Pulau Sumatera.
Capaian tersebut menjadi semakin bermakna karena diraih pada penyelenggaraan Indeks Keinsinyuran Daerah yang pertama di Indonesia. Menurut Ulul, penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi dan menjadi prestasi bersama seluruh ekosistem keinsinyuran di Provinsi Riau.
“Prestasi IKD ini harus menjadi energi baru bagi kita semua. Riau mampu menunjukkan prestasi di tingkat nasional dan menjadi yang terdepan dari Sumatera. Tetapi penghargaan bukanlah tujuan akhir. Justru ini menjadi tanggung jawab kita untuk membuktikan bahwa kualitas, profesionalisme dan kontribusi keinsinyuran di Riau terus meningkat,” ujarnya.
Ulul berharap prestasi tersebut dapat menjadi pemicu semangat seluruh Pengurus Cabang PII di kabupaten/kota untuk bergerak lebih aktif dan meningkatkan kontribusi di daerah masing-masing.
“PII Kabupaten Kampar harus ikut mengambil peran. Kita ingin semakin banyak Insinyur Profesional lahir dari Kampar, semakin banyak kegiatan keinsinyuran dilaksanakan dan semakin banyak karya para insinyur yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” lanjutnya.
PW PII Riau juga mendorong PII Kabupaten Kampar untuk semakin memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kampar, Politeknik Kampar, perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri serta berbagai pemangku kepentingan pembangunan.
“PII harus hadir sebagai rumah besar para insinyur. Kita tidak ingin organisasi hanya besar dari jumlah anggota, tetapi harus besar dari karya, kompetensi, profesionalisme dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat,” kata Ulul.
Sementara itu, Dr. Ir. Nina Veronika menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin PII Kabupaten Kampar masa bakti 2026–2029.
Menurut Nina, amanah periode kedua merupakan tanggung jawab untuk melanjutkan program yang telah dibangun selama periode 2023–2026 sekaligus meningkatkan kiprah PII Kabupaten Kampar agar semakin memberikan manfaat bagi anggota, masyarakat dan pembangunan daerah.
Nina juga menyampaikan apresiasi kepada PW PII Provinsi Riau yang selama ini dinilainya memberikan dukungan besar terhadap PII Kabupaten Kampar. Dukungan tersebut dirasakan melalui bimbingan, arahan, pendampingan organisasi dan sinergi dalam pelaksanaan berbagai kegiatan.
“Kami di PII Kabupaten Kampar benar-benar merasakan dukungan yang luar biasa dari PW PII Riau. Bukan hanya memberikan arahan, tetapi juga hadir mendampingi dan membuka ruang sinergi. Banyak kegiatan dapat kita laksanakan bersama sehingga memberikan kontribusi yang sangat positif bagi organisasi dan pengembangan profesi keinsinyuran di Kabupaten Kampar,” ungkap Nina.
Ia mengatakan sinergi antara Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang menjadi salah satu kekuatan dalam menjalankan program organisasi.
“Banyak kegiatan yang dapat kita laksanakan melalui sinergi antara Pengurus Cabang dan Pengurus Wilayah. Bimbingan dan arahan dari PW sangat membantu kami dalam menjalankan organisasi. Dukungan seperti inilah yang memberikan semangat kepada kami untuk terus bergerak dan memberikan kontribusi yang lebih besar,” lanjutnya.
Secara khusus, Nina memberikan apresiasi kepada Ketua PW PII Riau Ir. Ulul Azmi. Menurutnya, kepemimpinan Ketua PW PII Riau telah membawa energi baru dan mendorong cabang-cabang untuk semakin aktif bergerak.
“Secara khusus kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua PW PII Riau, Pak Ir. Ulul Azmi. Meskipun merupakan Ketua PW PII termuda di Indonesia, gerakan beliau dalam membangun dan menggerakkan organisasi sangat luar biasa. Komunikasi dengan cabang sangat terbuka, bimbingan dan arahan terus diberikan, bahkan beliau hadir langsung dalam berbagai kegiatan. Kami di PII Kabupaten Kampar benar-benar merasakan dukungan tersebut,” ujar Nina.
Menurut Nina, usia muda justru menjadi kekuatan ketika dibarengi semangat bergerak, kemampuan membangun kolaborasi dan kemauan untuk hadir bersama Pengurus Cabang.
“Yang paling kami rasakan adalah PW tidak berjalan sendiri dan cabang juga tidak dibiarkan berjalan sendiri. Ketika cabang mempunyai program dan gagasan, PW memberikan dukungan, bimbingan dan arahan. Ini memberikan kontribusi yang luar biasa bagi perkembangan PII Kabupaten Kampar,” katanya.
Nina menilai pola kepemimpinan yang aktif, kolaboratif dan dekat dengan Pengurus Cabang turut mendorong cabang untuk tidak sekadar menjalankan rutinitas organisasi, tetapi berani melahirkan kegiatan, memperluas jejaring serta meningkatkan kontribusi profesi keinsinyuran di daerah.
“Bagi kami, menjadi yang termuda bukanlah hambatan. Justru kami melihat semangat, kecepatan bergerak dan kemampuan merangkul yang luar biasa. Itu menjadi motivasi bagi kami di cabang untuk ikut bergerak lebih cepat, lebih aktif dan memberikan kontribusi yang lebih besar,” tambah Nina.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara PII Kabupaten Kampar dan PW PII Provinsi Riau dapat semakin diperkuat pada masa bakti 2026–2029.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua PW PII Riau beserta seluruh jajaran atas dukungan dan kepercayaan yang selama ini diberikan kepada PII Kabupaten Kampar. Insyaallah, pada periode berikutnya kami akan semakin memperkuat sinergi dengan PW PII Riau, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri dan seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya.
Nina menegaskan bahwa amanah untuk kembali memimpin bukan hanya sebuah kepercayaan, tetapi juga tanggung jawab untuk membawa PII Kabupaten Kampar semakin aktif, solid, profesional dan berprestasi serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Kampar.
Dengan kesinambungan kepemimpinan dan semakin kuatnya sinergi antara PW PII Provinsi Riau dan PC PII Kabupaten Kampar, diharapkan semakin banyak program keinsinyuran dapat dilaksanakan, semakin banyak anggota meningkatkan kompetensi dan jenjang Insinyur Profesional, serta semakin luas kontribusi para insinyur bagi pembangunan Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dan Indonesia.***
Penulis: AJD
Editor: Isman