BANGKINANG KOTA, AmiraRiau.com- Di tengah eskalasi perhatian publik terhadap isu kerusakan ekosistem, semangat mitigasi lingkungan terus diakselerasi oleh jajaran legislatif daerah. Ketua DPRD Kabupaten Kampar, H. Ahmad Taridi, menyatakan dukungan mutlaknya terhadap program penghijauan masif yang diletakkan sebagai implementasi gerakan ekoteologi gagasan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
Dukungan kelembagaan tersebut disampaikan langsung oleh Ahmad Taridi saat menerima audiensi Ketua Komunitas Pecinta Lingkungan (KPL) Kabupaten Kampar, Adi Jondri Putra, di ruang kerja pimpinan DPRD Kampar, beberapa waktu lalu.
Pertemuan taktis ini turut dihadiri oleh panitia pelaksana agenda kolaborasi hijau antara KPL Kampar dan jajaran Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salo.
"Upaya pelestarian lingkungan hidup bukan lagi sekadar pilihan opsional, melainkan sebuah kebutuhan absolut yang wajib diintegrasikan ke dalam kesadaran umat. Konsep ekoteologi—yang memadukan pendekatan spiritual keagamaan dengan aksi nyata konservasi alam—adalah langkah strategis. Alam dan lingkungan ini harus kita jaga demi masa depan anak cucu kita," tegas Ahmad Taridi.
Ahmad Taridi menguraikan bahwa pemulihan daya dukung lingkungan tidak boleh dibebankan secara tunggal kepada instansi pemerintah. Elemen masyarakat, khususnya organisasi kader hijau seperti KPL Kampar, memegang peranan sentral sebagai mitra taktis parlemen dan eksekutif di lapangan.
DPRD Kampar berkomitmen akan selalu mengawal dan memfasilitasi program-program regulasi hijau sesuai fungsi anggaran (budgeting) dan pengawasan (controlling) yang diamanahkan oleh rakyat.
Rencananya, gerakan penanaman pohon bersama ini akan dipusatkan di kawasan Desa Salo pada awal Juli 2026 mendatang. Agenda tersebut didesain tidak hanya sebatas seremoni fisik, melainkan sebagai laboratorium edukasi moral spiritual bagi warga setempat.***
Penulis: Ali Akbar