BENGKULU SELATAN, AmiraRiau.com– Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Bengkulu Selatan tahun 2026 dipastikan batal digelar. Pembatalan ini merupakan dampak langsung dari kebijakan penyesuaian anggaran pemerintah pusat yang berimbas hingga ke daerah.
Kebijakan tersebut berawal dari surat resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor B-PO.00.01/20.4.45/D-III.2/IV/2026 tertanggal 20 April 2026.
Dalam surat itu disampaikan bahwa pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Pra POPNAS) tahun 2026 dibatalkan karena belum tersedianya alokasi anggaran.
Pembatalan Pra POPNAS sendiri merujuk pada kebijakan penajaman belanja kementerian/lembaga tahun anggaran 2026 oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui surat Nomor S-181/MK.03/2026 tertanggal 1 April 2026.
Dampak dari keputusan tersebut tidak hanya dirasakan di tingkat nasional, namun juga merembet ke daerah, termasuk Bengkulu Selatan. POPDA yang selama ini menjadi ajang seleksi dan pembinaan atlet pelajar menuju tingkat provinsi hingga nasional, akhirnya harus dibatalkan.
Plt Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kemenpora, Usman Ali Mustofa, dalam keterangannya menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan tersebut. Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi faktor utama yang tidak dapat dihindari.
“Alokasi anggaran untuk pelaksanaan Pra POPNAS tahun 2026 belum dapat disediakan,” demikian isi surat tersebut.
Pembatalan POPDA ini tentu menjadi pukulan bagi para pelajar dan pembina olahraga di Bengkulu Selatan yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi. Selain sebagai ajang prestasi, POPDA juga menjadi sarana penting dalam menjaring bibit atlet muda potensial.
Dispora Bengkulu Selatan diharapkan dapat mencari alternatif program pembinaan agar potensi atlet pelajar tetap berkembang meskipun tanpa adanya kompetisi resmi tahun ini.
Kepala Dinas Dispora Bengkulu Selatan Lismanto Bayu, SE, melalui Kabid Peningkatan Prestasi Olaraga Ahmad Darwinto, S.sos. M.si., mengatakan tak sedikit atlet muda yang menjadikan ajang ini sebagai batu loncatan untuk menembus kompetisi tingkat nasional. Pembatalan ini pun menuai kekecewaan dari berbagai pihak, terutama para atlet pelajar dan pelatih yang telah mempersiapkan diri sejak lama.
"Meski demikian, Dispora Bengkulu Selatan memastikan bahwa pembinaan olahraga pelajar tetap menjadi prioritas, Sebagai alternatif Dispora Bengkulu Selatan mendorong penyelenggaraan kejuaraan tingkat lokal atau internal dengan angaran yang ada sebagai penghargaan kepada atlit dan pelatih, guna menjaga semangat kompetisi di kalangan pelajar dalam waktu dekat "ujar ahmad.
Dengan pembatalan ini, diharapkan para pelajar tetap menjaga semangat berlatih dan terus mengembangkan potensi, meskipun ajang kompetisi tingkat daerah tahun ini harus tertunda.***
Penulis: DL