Fitriady Syam Juarai Ajang Bergengsi LKTJ Raja Ali Kelana 2026, Raja Isyam: Media di Riau Terus Tumbuh

A

Alseptri Ady

Selasa, 15 September 2026 | 14:52 WIB

Fitriady Syam Juarai Ajang Bergengsi LKTJ Raja Ali Kelana 2026, Raja Isyam: Media di Riau Terus Tumbuh

PEKANBARU, AmiraRiau.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau menggelar pengumuman dan penyerahan penghargaan Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) Raja Ali Kelana 2026 di Sekretariat PWI Riau, Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).

LKTJ Raja Ali Kelana 2026 mengangkat tema “Energi Terbarukan dan Lingkungan Hijau”. yang diseleksi hingga batas akhir pengiriman karya pada 15 Agustus 2026 lalu.

Pengumuman ini menyaring puluhan naskah yang masuk dari berbagai daerah sejak pendaftaran dibuka pada Juli lalu hingga terpilih 5 nominator terbaik dalam kategori Lomba Karya Tulis jurnalistik Raja Ali kelana 2026.

Dalam Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) Raja Ali Kelana 2026 juara 1 diraih Fitriady Syam dengan judul: Menghela nafas APBD menjadi modal membangun Riau 

Berikut adalah daftar 5 nominator terbaik LKTJ 2026:

1. Andri Indrayanto 
   Judul: Menggapai jalan energi berkelanjutan di negeri tua

2. Bambang Prayetno 
   Judul: Ketika kota pinang berebut matahari tranformasi energi Dumai dari fondasi industri positif Dumai rendah karbon

3. Henny Elyati 
   Judul: Inovasi bersifat teknologi juga daya juang SDM di balik nya

4. Muhammad Rio Aldo
  Judul: Dibalik gemuruh menutupi limbau sawit mengurish harapan baru bagi bumi

5.Julfadli 
  Judul: Riau energi mendunia sepenggal pemamfaatan bio solar hingga plastik bekas hingga dari tanah 

Pemenang LKTJ Ali Kelana 2026 Fitriady Syam, sangat bersyukur dan berterima kasih atas digelarnya lomba jurnalistik ini,  dirinya mengaku selama beberapa tahun terakhir menjadi nominator, namun kali ini berhasil menjadi juara.

"Kita terus menulis saja kalau memang ada hal-hal yang menurut kita bagus kita tulis saja, soal menang ini bonus saja, dulu kita bahagia menang jadi nominator, namun alhamdulillah hari ini ada kesempatan  menjadi juara 1 dan saya rasa LKTJ Ali kelana ini punya makna lebih walaupun tahun yang lalu saya juga juara di jurnalistik Pertamina tingkat nasional," ujar Fitriady Syam.

Sementara ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, mengatakan pengumuman LKTJ Raja Ali Kelana 2026 kali ini dikemas bersamaan dengan diskusi bertema “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau”.

“Terima kasih kepada sekitar 50 pemimpin redaksi yang hadir dalam rangka pengumuman Ali Kelana dan diskusi. Penyerahan biasanya dengan acara seremonial. Tapi karena efisiensi, kita tetap mengadakan penyerahan hadiah sekaligus diskusi,” ujar Raja Isyam.

Menurutnya, LKTJ Raja Ali Kelana menjadi salah satu wadah bagi wartawan untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas. Pengangkatan tema energi terbarukan dan lingkungan hijau juga menjadi bagian dari upaya mendorong perhatian terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri 50 pemimpin redaksi media di Riau. Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Riau Supriyadi, sejumlah mitra kerja PWI, serta perwakilan RRI.

Selain pengumuman LKTJ, kegiatan juga diisi diskusi mengenai tantangan dan masa depan pers di Riau. Raja Isyam menyoroti masih adanya oknum yang mengatasnamakan wartawan tetapi menjalankan praktik jurnalistik yang tidak sesuai dengan profesionalisme dan etika pers.

“Oknum itu memeras, menggertak, bahkan melakukan tindakan intimidatif. Inilah tantangan kita hari ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfotik Riau Supriyadi mengatakan perkembangan media di Riau harus diiringi dengan penguatan profesionalisme insan pers.

“Media di Riau terus bertumbuh. Harus ada organisasi bernaung, paling tidak untuk berdiskusi,” katanya.

Diskusi tersebut menghadirkan Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru Erwin Ardian dan Dosen Universitas Riau sekaligus peneliti Dr. Suyanto sebagai narasumber. Pembahasan mencakup perkembangan media, profesionalisme wartawan, serta pentingnya menjaga etika jurnalistik di tengah perubahan ekosistem media.***

Editor: Alseptri Ady

Sumber: Ali Akbar