Gajah Sumatera Dibantai di Kawasan Hutan Konsesi PT. RAPP, Ditemukan Tanpa Kepala

A

administrator

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:00 WIB

Gajah Sumatera Dibantai di Kawasan Hutan Konsesi PT. RAPP, Ditemukan Tanpa Kepala

PELALAWAN, AmiraRiau.com– Kabar duka kembali menyelimuti belantara Riau. Di tengah rimbunnya kawasan hutan konsesi PT. RAPP di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, sesosok raksasa yang seharusnya menjadi penjaga ekosistem ditemukan terbujur kaku. Seekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) ditemukan tewas dengan kondisi yang menyayat hati: terduduk dengan bagian kepala yang sudah hilang.

Tragedi ini terungkap setelah seorang warga, Winarno, mencium aroma busuk yang menyengat saat melintasi area tersebut pada Senin malam (2/2/2026). Penelusurannya berujung pada pemandangan yang tak akan pernah ia lupakan—sang penjaga hutan kini hanya tinggal bangkai yang tak lagi utuh.

Kondisi satwa malang ini memicu dugaan kuat adanya perburuan liar demi gading. Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP I Gede Yoga Eka Pranata, mengungkapkan bahwa posisi gajah yang terduduk dengan kepala terpotong memperkuat indikasi tindakan kriminalitas yang terencana.

“Kami masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian gajah ini. Olah TKP dan pengambilan keterangan saksi-saksi terus berjalan,” tegas AKP Yoga, Kamis (5/2/2026).

Untuk menyibak misteri kematian ini, tim gabungan yang terdiri dari Polres Pelalawan, Ditkrimsus Polda Riau, dan BKSDA Riau melakukan prosedur nekropsi pada Rabu (4/2/2026). Tim medis forensik bekerja keras mengidentifikasi apakah terdapat kandungan racun atau luka tersembunyi yang sengaja diberikan untuk melumpuhkan sang raksasa.

Tak hanya itu, Tim Bidlabfor Polda Riau yang dipimpin Iptu Imam Yusuf Hanura juga mengambil sampel tanah di sekitar lokasi guna mendeteksi keberadaan zat kimia berbahaya yang mungkin tercecer di TKP.

Kematian gajah tanpa kepala ini bukan sekadar hilangnya seekor hewan, melainkan luka bagi kelestarian lingkungan. Kepolisian berjanji akan memburu siapa pun yang bertanggung jawab atas tindakan keji ini.

"Kami imbau masyarakat untuk lebih peduli. Jangan ragu melapor jika melihat aktivitas mencurigakan melalui Call Center 110. Perlindungan satwa adalah tanggung jawab kita bersama," tambah AKP Yoga.

Kepergian tragis gajah ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik megahnya industri, penghuni asli hutan Riau masih berjuang melawan ancaman kepunahan dan keserakahan manusia.***