KUANSING, AmiraRiau.com – Aktivitas rutin mencuci piring di tepi sungai berubah menjadi mimpi buruk bagi Rosnidar, seorang nenek berusia 75 tahun warga Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Rosnidar menjadi korban keganasan predator menyusul terkaman seekor buaya berukuran besar saat ia sedang beraktivitas di Tepian Gudang Pulau Gobah, Sungai Kuantan, pada Ahad (1/11/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa horor itu terjadi sangat singkat. Saat korban sedang fokus mencuci tumpukan piring di pinggir sungai, moncong buaya tiba-tiba muncul dari permukaan air dan langsung menyambar lutut kanan korban.
Rosnidar menuturkan, gigitan mengerikan itu hanya berlangsung beberapa detik. Seolah 'melepaskan' mangsanya, hewan predator itu kemudian melepaskan gigitannya dan melompat kembali menghilang ke tengah aliran sungai yang dalam.
Meski gigitannya singkat, Rosnidar mengalami luka robek yang sangat serius pada bagian lutut dan tangan kanannya akibat luka gigitan dan cakaran saat mencoba melepaskan diri.
Dalam kondisi bersimbah darah dan syok berat, korban bergegas pulang untuk meminta pertolongan keluarga. Pihak keluarga yang panik langsung melarikan korban ke Klinik Azam Medika di Desa Lubuk Ambacang untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Kepala Klinik Azam Medika, dr. Cindy Claudia, mengonfirmasi kondisi korban. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya dua luka terbuka menganga di kaki dan tangan kanan.
"Terdapat dua luka menganga di kaki dan tangan kanan. Tim medis harus memberikan total 20 jahitan untuk menutup luka tersebut. Setelah kondisinya stabil, korban kami pulangkan," ujar dr. Cindy.
Kejadian ini kembali menyalakan alarm waspada bagi warga di sepanjang aliran Sungai Kuantan. Pasalnya, lokasi Tepian Gudang Pulau Gobah ternyata dikenal rawan dan ini bukan kali pertama serangan buaya terjadi.
Berdasarkan catatan warga setempat, sebelumnya sudah ada tiga orang yang dilaporkan pernah diserang buaya di tepian yang sama, tepatnya di sekitar pancang start arena pacu jalur yang ikonik.
Kapolsek Hulu Kuantan, AKP Repriadi, SE, membenarkan peristiwa mengerikan tersebut. Ia memastikan personel kepolisian telah turun langsung ke klinik untuk mendampingi korban dan menghimpun keterangan.
Menyikapi kejadian berulang ini, AKP Repriadi mengimbau keras masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan sebisa mungkin menghindari aktivitas di titik-titik rawan serangan buaya.
"Di lokasi itu memang sudah berulang kali terjadi serangan. Kami imbau warga untuk lebih waspada dan berhati-hati, terutama bagi yang masih memiliki kebiasaan mencuci dan mandi langsung di sungai," tegas Repriadi.***
Editor: Isman
Sumber: MCR