PEKANBARU, AmiraRiau.com — Jagat maya Kota Pekanbaru mendadak dihebohkan oleh narasi berantai mengenai penangkapan seorang pria yang dituding sebagai "pelaku pocong" di Kecamatan Kulim. Menanggapi keresahan tersebut, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kulim bergerak cepat memastikan bahwa informasi yang viral di berbagai platform media sosial tersebut adalah tidak benar (hoaks).
Kapolsek Kulim, Kompol Didi Antoni, menegaskan bahwa pria yang diamankan oleh warga pada Selasa (2/6/2026) malam tersebut sama sekali bukan sosok mistis maupun pelaku kejahatan dengan modus menyerupai pocong seperti yang digemborkan netizen.
Berdasarkan draf pemeriksaan medis dan penyelidikan mendalam di markas komando, pria yang sempat dicurigai tersebut nyatanya merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Kompol Didi Antoni merincikan, insiden pengamanan pria tersebut terjadi di kawasan depan Agro Wisata Pelangi, Kelurahan Mentangor.
Awalnya, warga sekitar menaruh curiga tinggi terhadap gerak-gerik pria asing tersebut yang terlihat mondar-mandir dan diduga hendak melakukan aksi pencurian dengan mencongkel salah satu rumah warga. Demi menghindari amuk massa, warga langsung mengamankan pria tersebut ke pihak berwajib.
"Memang benar ada warga yang mengamankan seorang pria karena dicurigai hendak melakukan pembobolan rumah. Namun, setelah personel kami melakukan pemeriksaan dan penyelidikan intensif, dipastikan yang bersangkutan adalah ODGJ, bukan pelaku teror mistis," terang Kompol Didi, Rabu (3/3/2026).
Selain isu penangkapan di Kelurahan Mentangor, situasi psikologis warga Kulim sempat diuji dengan laporan dugaan teror serupa yang masuk melalui layanan Call Center Polri 110. Aduan tersebut datang dari seorang warga di Jalan Kenanga, Kelurahan Sialang Sakti.
Dalam laporannya, warga mengaku panik setelah melihat siluet seseorang bermantel kain putih menyerupai pocong tengah mengetuk-ngetuk pintu rumah pada malam hari. Pelapor yang histeris langsung berteriak memancing perhatian tetangga sekampung.
Merespons laporan darurat tersebut, Kapolsek Kulim bersama tim unit reaksi cepat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyisiran taktis dan patroli skala sedang. Namun, hasil penyidikan di lapangan mementahkan seluruh dugaan supranatural tersebut.
Petugas kepolisian bersama warga setempat hanya menemukan selembar kain putih lusuh yang tersangkut di atas tembok dekat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar.
"Berdasarkan verifikasi dan saksi hidup di sekitar lokasi, kain putih tersebut memang sudah sangat lama tergantung di sana (tembok sampah) dan bukan merupakan bagian dari properti aksi teror tersistem seperti yang ramai dituduhkan di media sosial," papar Kapolsek.***
Penulis: RND