PEKANBARU, AmiraRiau.com- Indikator pemantauan titik panas (hotspot) di Provinsi Riau menunjukkan penurunan drastis. Setelah sehari sebelumnya sempat melonjak hingga menyentuh angka 60 titik, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan jumlah hotspot melandai ke angka 18 titik pada Senin (8/6/2026) pagi. Penurunan ini terjadi seiring dengan masih tingginya peluang hujan di sebagian besar wilayah Riau.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Anggun R, memaparkan bahwa kondisi cuaca wilayah Riau pada pagi hari didominasi oleh udara kabur hingga cerah berawan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Kondisi cuaca ekstrem tersebut diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Bengkalis, Rokan Hilir, Kampar, Indragiri Hilir, dan Kota Dumai pada rentang waktu malam hingga dini hari," ungkap Anggun, Senin (8/6/2026).
Memasuki fase siang hingga sore hari, hujan berintensitas ringan hingga sedang diproyeksikan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Bengkalis, Pelalawan, dan Indragiri Hilir. Cakupan wilayah hujan akan meluas pada malam hari, menjangkau Kota Pekanbaru, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir. Pada dini hari, peluang hujan masih bertahan di wilayah pesisir dan daratan tengah, termasuk Kota Dumai dan Kabupaten Siak.
Untuk parameter indikator termal, suhu udara di Riau berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara ke barat dengan kecepatan konstan 10 hingga 36 kilometer per jam. Sementara itu, tinggi gelombang di sektor perairan Riau terpantau aman dan masuk kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter.
Sementara itu, BMKG mendeteksi total 94 titik panas di seluruh wilayah Sumatra. Provinsi Sumatra Selatan mencatatkan konsentrasi tertinggi dengan 41 titik, diikuti Provinsi Aceh dengan 13 titik, dan Provinsi Lampung 6 titik.
Selain itu, akumulasi 18 titik panas di Riau terkonsentrasi di lima wilayah kabupaten. Kabupaten Rokan Hulu menjadi daerah dengan sumbangan titik panas terbanyak, yaitu 10 titik. Wilayah lainnya meliputi Kabupaten Siak dengan 3 titik, Kabupaten Bengkalis 2 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 2 titik, dan Kabupaten Pelalawan terpantau sisa 1 titik panas.***