PAYAKUMBUH, AmiraRiau.com - Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Putri Maharaja Payakumbuh kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi dunia profesi melalui program magang mahasiswa di berbagai kantor hukum, lembaga bantuan hukum, dan instansi penegak hukum.
Pelepasan mahasiswa magang dilakukan secara langsung dengan mengantarkan para peserta ke sejumlah lokasi magang pada Senin (6/7/2026) oleh Wakil Ketua STIH Putri Maharaja, Dr. Anny Yuserlina, S.H., M.H., didampingi Ketua Program Studi Ilmu Hukum S1, Dr. Failin, S.H., M.H., serta Bagian Kemahasiswaan, Haniyatun Nafisah, S.H.
Beberapa lokasi magang yang menjadi mitra STIH Putri Maharaja antara lain Kantor Hukum Setia Budi, S.H., M.H., Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) "SANTIKA" yang dipimpin Nedi Rinaldi, S.H., M.H., serta Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Pengadilan Negeri Payakumbuh yang dipimpin Nuril Hidayati, S.Ag., M.H. Selain itu, mahasiswa juga ditempatkan di berbagai kantor hukum lainnya serta instansi pemerintah yang berkaitan dengan penegakan hukum.

Program magang akan berlangsung selama satu bulan. Selama periode tersebut, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas kelembagaan, mulai dari pendampingan perkara, pelayanan bantuan hukum kepada masyarakat, administrasi hukum, hingga pengenalan praktik peradilan dan profesi advokat.
Ketua STIH Putri Maharaja, Dr. Eviandi Ibrahim, S.H., M.Hum., mengatakan bahwa magang merupakan bagian integral dari proses pendidikan hukum yang bertujuan menjembatani pembelajaran akademik dengan praktik di lapangan.
"Melalui program magang ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata dalam dunia kerja, meningkatkan keterampilan profesional, memperkuat etika profesi, serta membangun kepekaan terhadap persoalan hukum yang berkembang di tengah masyarakat. Kampus tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmu hukum secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada keadilan," ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dengan kantor hukum, lembaga bantuan hukum, pengadilan, dan institusi penegak hukum menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi hukum di Indonesia.
STIH Putri Maharaja terus memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai lembaga profesi sebagai upaya menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk memasuki dunia profesi sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan mengusung motto "Cerdas, Pandai, dan Bijaksana", STIH Putri Maharaja berkomitmen melahirkan sarjana hukum yang unggul secara akademik, matang secara profesional, serta memiliki integritas moral dalam mengawal tegaknya supremasi hukum di Indonesia.***
Penulis: AJD