ASAHAN, AmiraRiau.com- Dalam rangka menata sistem pendataan, Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan menggelar kegiatan sosialisasi teknis dan pemantapan penyusunan data pokok pendidikan serta verifikasi dan validasi data siswa dan guru yahun 2026.
Kegiatan berlangsung Jumat (12/9/2026) ini, dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Musa Al Bakri, S.E., M.Si.
Dalam arahannya, Musa Al Bakri menekankan bahwa perbaikan data harus dimulai dari tingkat sekolah. Karena kualitas layanan pendidikan sangat ditentukan oleh kebenaran informasi yang masuk ke dalam sistem.
"Kegiatan ini punya peran penting untuk memastikan data pendidikan kita semakin tepat, lengkap, dan sahih. Dengan begitu perencanaan program dan peningkatan mutu layanan di Kabupaten Asahan bisa berjalan lebih terarah," ungkapnya.
Beliau juga menyampaikan, Dapodik menjadi sumber utama pengambilan keputusan. Mulai dari penyaluran bantuan operasional, pemetaan peserta didik, hingga analisis kebutuhan guru dan sarana, semua mengacu pada data yang ada.
Untuk itu ia mengajak seluruh operator, kepala sekolah, dan pihak terkait agar lebih proaktif melakukan updating dan pengecekan data secara berkala.
"Yang kita inginkan adalah data yang benar-benar akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga tidak ada lagi kesenjangan antara kebutuhan di lapangan dengan kebijakan yang dibuat," jelasnya.
Sosialisasi ini diikuti oleh operator Dapodik dari jenjang PAUD, SD, dan SMP, serta tim verifikasi dari Dinas Pendidikan. Materi yang diberikan mencakup teknis penginputan, prosedur validasi, dan cara menjaga keterkinian data.
Dengan data yang kuat dan terupdate, Pemkab Asahan menargetkan pelayanan pendidikan ke depan dapat lebih efisien, transparan, dan tepat guna bagi siswa maupun tenaga pendidik.***
Penulis: Heru
Editor: Isman