Kadisdik Riau Erisman Yahya Imbau Calon Siswa Tidak Paksakan Masuk Sekolah Tertentu

I

Isman

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:00 WIB

Kadisdik Riau Erisman Yahya Imbau Calon Siswa Tidak Paksakan Masuk Sekolah Tertentu
Kepala Disdik Provinsi Riau, Erisman Yahya.

PEKANBARU, AmiraRiau.com — Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau memastikan seluruh kelulusan siswa tingkat SMP dan MTs tahun 2026 memiliki kepastian akses untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK. Walau kuota sekolah negeri belum mampu menyerap keseluruhan lulusan, keberadaan institusi pendidikan swasta dinilai sangat siap mengakomodasi kebutuhan pendidikan di Bumi Lancang Kuning.

Kepala Disdik Provinsi Riau, Erisman Yahya, memaparkan bahwa akumulasi lulusan SMP/MTs di Riau tahun ini menyentuh angka 103.247 siswa. Sementara itu, pagu daya tampung kolektif SMA dan SMK negeri di seluruh kabupaten/kota berjumlah 91.548 kursi.

"Dari data riil tersebut, memang terdapat selisih sekitar 11.699 siswa yang tidak terserap di sekolah negeri. Namun, hal itu bukan berarti mereka putus sekolah atau tidak mendapatkan fasilitas pendidikan. Kami memiliki sektor sekolah swasta dengan kapasitas tampung yang sangat besar," ungkap Erisman Yahya di Pekanbaru, Jumat (5/6/2026).

Erisman merinci, SMA dan SMK swasta di Provinsi Riau memiliki total kapasitas ruang kelas mencapai 31.428 kursi. Dengan demikian, jika daya tampung sekolah negeri dan swasta digabungkan, total kapasitas regional yang tersedia mencapai 122.976 kursi.

Kondisi ini menunjukkan adanya surplus bangku sekolah sebesar 19.729 kursi dibandingkan dengan jumlah lulusan yang ada. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak perlu panik menghadapi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Disdik Riau juga menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem pendidikan swasta. Sektor swasta merupakan mitra strategis pemerintah dalam pemerataan wajib belajar dua belas tahun, sehingga tidak semua konsentrasi siswa harus dipaksakan masuk ke sekolah negeri.

Sebagai langkah mitigasi bagi calon siswa dari keluarga prasejahtera yang tereliminasi dari seleksi sekolah negeri, Pemerintah Provinsi Riau telah menyiapkan jaring pengaman khusus melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Afirmasi.

Melalui skema anggaran ini, Disdik Riau menjamin biaya operasional siswa kurang mampu agar bisa mengenyam pendidikan di sekolah swasta secara gratis, dengan catatan sekolah swasta tersebut telah mengikat kerja sama resmi dengan pemerintah daerah.

"Anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tidak lolos masuk negeri bisa langsung mendaftar ke sekolah swasta mitra. Mereka akan diringankan dari biaya pendidikan lewat subsidi langsung BOSDA Afirmasi. Prinsipnya, tidak ada alasan anak Riau tidak sekolah karena terkendala biaya atau kuota," pungkas Erisman.***

Editor: Isman

Sumber: MC Riau