MERANTI, AmiraRiau.com — Sebuah kapal pompong yang mengangkut empat pekerja penebang sagu tenggelam di Perairan Desa Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Dua penumpang dilaporkan berhasil selamat dari musibah tersebut, sedangkan dua orang lainnya masih dinyatakan hilang di perairan.
Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengonfirmasi bahwa insiden bermula saat kapal berangkat dari Desa Kampung Balak menuju Sungai Mertas pada pukul 08.00 WIB. Pelayaran tersebut bertujuan untuk mengantarkan para pekerja ke lokasi penebangan pohon sagu.
"Empat orang berada di dalam kapal pompong tersebut, dua orang selamat dan dua lainnya dinyatakan hilang," ujar Prima Harrie Saputra saat memberikan keterangan, dilansir Selasa (4/8/2026).
Dua korban yang dinyatakan selamat yakni Ivan (30) dan Bobi (30). Sementara itu, dua korban yang hingga kini masih dalam proses pencarian adalah Amir (50) dan Iqbal (25).
Berdasarkan hasil himpunan informasi awal, kapal pompong tersebut diduga diterpa angin kencang serta gelombang tinggi sewaktu melintasi perairan setempat. Kondisi cuaca buruk tersebut menyebabkan posisi kapal menjadi oleng ke sisi kiri hingga air laut masuk membasahi lambung.
"Kapal diduga oleng ke sisi kiri sebelum dihantam gelombang yang mengakibatkan air masuk ke dalam lambung kapal dan tenggelam," kata Prima Harrie Saputra.
Dua korban yang selamat berhasil bertahan hidup di tengah laut dengan memanfaatkan jeriken minyak bekas sebagai alat bantu mengapung. Keduanya terus mengapung di permukaan air hingga akhirnya berhasil dievaluasi dan diselamatkan oleh petugas.
Tim gabungan yang terdiri dari Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, TNI, Polri, serta masyarakat setempat langsung mengerahkan personel untuk menggelar operasi pencarian. Penyisiran secara intensif dilakukan di sekitar titik lokasi karamnya kapal maupun area perairan sekitarnya, tetapi kedua korban hilang belum berhasil ditemukan.***