Kasus Langka, RSUD Arifin Achmad Sukses Operasi Remaja dengan 2 Rahim

I

Isman

Rabu, 15 April 2026 | 13:37 WIB

Kasus Langka, RSUD Arifin Achmad Sukses Operasi Remaja dengan 2 Rahim
Tim dokter RSUD Arifin Achmad Riau sukses operasi Sindrom Herlyn-Werner-Wunderlich (HWW).

PEKANBARU, AmiraRiau.com – Tim medis RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau mencatatkan prestasi membanggakan dengan keberhasilan menangani kasus medis sangat langka, Sindrom Herlyn-Werner-Wunderlich (HWW).

Pasien merupakan seorang remaja putri berusia 14 tahun yang memiliki anatomi unik: dua rahim, dua serviks, satu vagina, namun hanya memiliki satu ginjal.

Kondisi ini memicu komplikasi serius di mana salah satu rahim mengalami sumbatan. Akibatnya, darah menstruasi menumpuk di dalam organ reproduksi (hematometra) dan saluran tuba, menyebabkan nyeri perut hebat setiap kali siklus haid tiba.

Operasi kompleks yang dilakukan pada Senin (13/04/2026) ini melibatkan dua pakar di bidang reproduksi, yaitu dr. Imelda E Baktiana, Sp.O.G, Subsp. F.E.R (Konsultan Fertilitas, Endokrin, dan Reproduksi) dan dr. Dafnil Akhir Putra, Sp.O.G, Subsp. Uroginekologi (Konsultan Uroginekologi dan Rekonstruksi).

Setelah melalui diagnosa akurat lewat MRI dan USG transrektal, tim melakukan prosedur bedah gabungan yang meliputi rekonstruksi vagina untuk membuka sekat penyumbat, serta tindakan minimal invasif Histeroskopi dan Laparoskopi.

“Melalui teknologi minimal invasif ini, kami dapat membersihkan darah yang sudah menyebar ke rongga perut dengan luka sayatan yang sangat kecil, sehingga pemulihan pasien jauh lebih cepat,” jelas dr. Imelda.

Menurut dr. Dafnil, meskipun mekanisme fisik kelainan ini sudah terdeteksi, penyebab pasti kegagalan perkembangan embrio saat dalam kandungan masih terus dipelajari. Oleh karena itu, ia memberikan peringatan penting bagi para orang tua, diantaranya jika anak perempuan usia 10–14 tahun mengalami nyeri haid yang tidak tertahankan atau justru tidak mengalami haid sama sekali meski sudah memasuki masa pubertas.

Selanjutnya, ibu hamil diimbau rutin memeriksakan kandungan dan menjaga asupan gizi seimbang guna mendukung perkembangan organ janin yang sempurna.

Pasca-operasi, kondisi pasien dilaporkan stabil dan diperbolehkan pulang dalam waktu singkat. Keberhasilan ini menegaskan posisi RSUD Arifin Achmad sebagai pusat rujukan medis utama di Riau.

“Kami memiliki tenaga medis spesialis konsultan dan peralatan yang sangat mumpuni. Jangan ragu jika harus dirujuk ke sini untuk penanganan sistem reproduksi yang kompleks,” tutup dr. Imelda.***

Editor: Isman

Sumber: MC Riau