Kisah Inspiratif Prof. Sukino, Anak Petani yang Raih PhD di Bangkok Bersama Sang Putri

A

administrator

Kamis, 05 Februari 2026 | 00:00 WIB

Kisah Inspiratif Prof. Sukino, Anak Petani yang Raih PhD di Bangkok Bersama Sang Putri

PEKANBARU, AmiraRiau.com – Di tengah gemuruh kehidupan metropolis dan tumpukan tanggung jawab seorang akademisi serta praktisi, ada sebuah kisah yang tak lekang oleh waktu, tentang semangat juang yang tak pernah padam. Kisah itu milik Prof. Dr. Sukino, SH., MH., PhD., seorang "anak kampung" yang membuktikan bahwa impian bisa diraih, bahkan hingga ke negeri seberang.

Lahir dari keluarga petani transmigran, Mas Kino – panggilan akrabnya – tak pernah berhenti belajar. Di usianya yang tak lagi muda, beliau justru memilih jalur menantang: meraih gelar PhD (Doctor of Philosophy) dari Bodhisastra University di Bangkok, Thailand.

Dan puncaknya, pada 23 Januari 2026, panggung wisuda di Bangkok menjadi saksi bisu momen paling mengharukan. Mas Prof tak sendiri. Ia berdiri gagah, mengenakan toga kebanggaan, di samping putri tercintanya, Eka Rahayu, B.Phil. (Bachelor of Philosophy), yang juga diwisuda pada hari yang sama. Sebuah kado tak ternilai dari sang ayah untuk putrinya, dan dari kehidupan untuk dirinya.

Banyak yang bertanya, mengapa seorang profesor yang telah menyandang gelar Doktor dari dalam negeri ini masih haus akan ilmu? Mas Prof hanya tersenyum hangat, senyum yang merefleksikan kedalaman kebijaksanaan dan kerendahan hati.

"Menuntut ilmu itu tidak ada batasnya, Nak, baik usia dan lainnya. Selagi kita bisa, mau, dan mampu untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan—baik itu di dalam maupun di luar negeri—asalkan ada niat dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, saudara, masyarakat, bahkan bangsa dan negara, harus kita laksanakan," ucap beliau, nadanya penuh semangat.

Pesan klasik "Tuntutlah Ilmu sampai ke Negeri Seberang" bukan sekadar pepatah baginya. Ia adalah panggilan jiwa, sebuah keyakinan bahwa mengejar ilmu adalah ibadah, dan berbagi ilmu adalah pahala yang tak terhingga.

Dengan tambahan gelar PhD ini, nama beliau kini terukir menjadi Prof. Dr. Sukino, SH., MH., PhD. Sebuah koleksi yang luar biasa: 5 gelar akademik dan 13 gelar profesi yang ia raih dengan keringat dan dedikasi.

Namun, di balik rentetan gelar itu, ada hati yang tak pernah lupa pada akar dan tanah kelahirannya. Di tengah jadwal padatnya sebagai akademisi dan praktisi, Prof. Sukino masih aktif menakhodai Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Riau, organisasi yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial.

Kerut keningnya seringkali memikirkan masalah-masalah sosial di Provinsi Riau dan Indonesia. Beliau berharap, dengan ilmu dan pengalamannya, pemerintah dapat menemukan solusi yang bijak.

"Mari kita saling bersatu, bahu-membahu, bergotong royong. Pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat harus selalu menjaga aturan dan ketertiban. Dengan begitu, kemanusiaan dan keadilan bisa terlaksana dengan baik," pesannya, penuh harap.

Semangat juang seorang anak kampung yang tak pernah lelah, yang terus berkarya lewat buku-buku dan pengabdiannya, semoga menjadi obor motivasi yang tak pernah padam bagi generasi muda Riau dan Indonesia. Ia adalah bukti hidup, bahwa di setiap langkah, ada kesempatan untuk terus tumbuh dan memberi arti.***

Penulis: Andri