MEDAN, AmiraRiau.com — Suasana haru mewarnai kepulangan perdana rombongan jamaah haji asal Kabupaten Asahan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 7. Wakil Bupati Asahan, Rianto, menyambut langsung kedatangan 234 jemaah reguler tersebut di Aula Asrama Haji Medan, Selasa (9/6/2026) pukul 12.20 WIB.
Prosesi penyambutan para tamu Allah (Dhuyufurrahman) ini turut dihadiri oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Zulkifli Sitorus, MA, jajaran Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Asahan, serta jajaran Kantor Kemenag Kabupaten Asahan.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan, kami mengucapkan selamat kembali ke tanah air. Kami mendoakan agar seluruh rangkaian rukun haji yang telah ditunaikan berbuah predikat haji mabrur, yang mampu membawa transformasi spiritual, perubahan sikap, serta kebaikan nyata bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sosial sekembalinya ke kampung halaman," ujar Wakil Bupati Rianto.
Pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap klaster proteksi kesehatan para jemaah pasca-menempuh perjalanan udara jarak jauh dari Timur Tengah. Berdasarkan data rekam medis terintegrasi yang dirilis tim dokter siber Kloter 7, mayoritas jamaah kembali dalam status kesehatan yang stabil.
Pemutakhiran data manifes fisik jemaah haji Asahan meliputi sebanyak 234 jamaah dinyatakan memenuhi syarat manifes penerbangan dan kembali ke daerah asal dalam kondisi sehat walafiat, terdapat satu orang jamaah atas nama Muhammad Yusuf Siregar, warga Kecamatan Tinggi Raja, yang terpaksa menunda kepulangan karena harus menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan Tanah Suci dan Kemenag Sumut mengapresiasi komitmen Pemkab Asahan yang mengawal ketat aspek logistik dan akomodasi jamaah sejak fase keberangkatan hingga pemulangan ke domisili asal.
Sebagai bentuk draf apresiasi atas dedikasi petugas dalam memitigasi risiko selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Wakil Bupati Rianto melakukan pengalungan selempang kehormatan secara simbolis kepada Ketua Kloter serta Dokter Tim Medis Kloter 7.
Langkah ini menandai berakhirnya draf masa tugas operasional pendampingan makro bagi rombongan tersebut. Seluruh rangkaian seremonial kedatangan yang berlangsung khidmat dan tertib ini resmi ditutup pada pukul 14.30 WIB, dilanjutkan dengan mobilisasi pemulangan jamaah menggunakan armada bus menuju titik kumpul utama di Kabupaten Asahan.***
Penulis: Heru