Masya Allah! Rabu Lusa Matahari Tepat Diatas Ka'bah, Menteri Agama: Momentum Cek Arah Kiblat

A

Alseptri Ady

Senin, 13 Juli 2026 | 19:48 WIB

Masya Allah! Rabu Lusa Matahari Tepat Diatas Ka'bah, Menteri Agama: Momentum Cek Arah Kiblat

JAKARTA, AmiraRiau.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan fenomena astronomi matahari tepat di atas Ka'bah (Rashdul Qiblat) guna memverifikasi ketepatan arah kiblat. Langkah ini diserukan melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 sebagai ikhtiar menyempurnakan pelaksanaan ibadah salat.

"Menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat kita. Karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026," ujar Nasaruddin di Jakarta, Senin, (13/7/2026).
 
Nasaruddin menjelaskan peristiwa alam ini terjadi dua kali dalam setahun ketika posisi matahari berada tepat di titik zenit Ka'bah. Fenomena ilmiah tersebut membuat bayangan dari benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi dapat menjadi acuan penentu arah kiblat dengan akurasi tinggi.

"Pada Hari Rabu, 15 Juli 2026 dan Kamis, 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA, kita akan memanfaatkan momentum saat posisi matahari berada tepat di atas Kakbah sehingga dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah, praktis, dan presisi," kata Nasaruddin.

Untuk melakukan pengukuran mandiri, masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda tegak lurus di tempat terbuka pada waktu yang telah ditentukan, yaitu pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, atau 18.27 WIT. Garis lurus yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat secara otomatis akan menunjukkan arah kiblat yang presisi.

Kemenag mengimbau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari takmir masjid, pengelola pesantren, instansi pemerintah, swasta, hingga lingkungan rumah tangga untuk berpartisipasi. Masyarakat dapat mendaftarkan lokasi pengukurannya melalui portal resmi di https://indonesiaberkiblat.kemenag.dev untuk mendapatkan panduan teknis lengkap.

Selain menguji akurasi tempat ibadah, gerakan nasional ini diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat . Khususnya, terhadap kegunaan ilmu falak dalam kehidupan sehari-hari.

"Mari kita sukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari upaya kita menyempurnakan kualitas ibadah kepada Allah SWT," kata Nasaruddin.***

Editor: Alseptri Ady