BENGKALIS, AmiraRiau.com- Peringatan Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis tahun 2026 kembali disemarakkan oleh serangkaian ritual adat Melayu yang sarat makna spiritual, filosofi kebersamaan, dan penghormatan terhadap leluhur.
Salah satu pilar tradisi paling krusial dalam perayaan ini adalah Prosesi Buka Lawang, yang digelar di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Rabu (29/7/2026).
Menjadi penanda resmi dimulainya rangkaian Kenduri Adat, Buka Lawang bukan sekadar pementasan tata cara adat, melainkan manifestasi pembuka "pintu keberkahan" dan simpul pemersatu masyarakat Negeri Junjungan.
Dalam bahasa Melayu, lawang berarti pintu atau gerbang. Secara harfiah dan filosofis, Buka Lawang melambangkan keterbukaan niat, penghormatan atas kaidah adat yang berlaku, serta perizinan secara spiritual dan sosial untuk memulai hajat besar daerah.
Usai pintu adat dibuka secara resmi, prosesi dilanjutkan dengan penyerahan simbolis perlengkapan pemotongan kerbau kenduri—meliputi pisau, kelapa, dan rempah-rempah penyeimbang—dari pemangku adat kepada panitia pelaksana.
Pisau Kenduri, melambangkan ketajaman niat, kepastian hukum adat, dan keberanian menegakkan kebenaran, sementara kelapa dan rempah-rempah simbol kesuburan tanah, kekayaan alam, serta keharmonisan rasa yang menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam bingkai gotong royong.
Hadir memimpin delegasi pemerintah daerah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkalis, Ersan Saputra, menegaskan bahwa Pemkab Bengkalis terus menempatkan pelestarian adat dan kebudayaan Melayu sebagai skala prioritas.
Menindaklanjuti instruksi Bupati Bengkalis, Sekda mengarahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar aktif membangun kolaborasi berkelanjutan bersama LAMR Kabupaten Bengkalis.
"Melalui kolaborasi terstruktur antara pemerintah dan lembaga adat, kita berharap nilai-nilai budaya Melayu tumbuh, berkembang, dan menjadi jati diri generasi penerus. Semangat ini sekaligus memperkuat persatuan masyarakat dalam membangun Kabupaten Bengkalis yang bermarwah, maju, sejahtera, serta unggul," tegas Ersan Saputra.
Ritual sakral ini turut dihadiri oleh Ketua Umum MKA LAMR Bengkalis Ilham Noer, Ketua Umum DPH LAMR Bengkalis Syaukani Alkarim, Ketua MUI Bengkalis Amrizal, Asisten II Hambali, jajaran Forkopimda, serta tokoh-tokoh adat terkemuka Riau.***