Awalnya si penipu menyapa calon korbannya dengan memberikan informasi adanya lelang kendaraan roda empat oleh Kementrian Keuangan, penipu juga turut mengirim daftar harga mobil yang akan dilelang.
Menanggapi aksi penipuan mencatut nama putri Bupati Bengkalis ini, Kepala Dinas Kominfotik Kabupaten Bengkalis Hendrik Dwi Yatmoko, mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati. Jangan langsung percaya dengan aksi penipuan seperti ini.
"Kami mengimbau agar lebih waspada dan hati-hati. Jangan langsung percaya ketika dikontak oleh seseorang yang mengaku anak pejabat dari Pemkab Bengkalis,” ungkap Hendrik.
Seperti diketahui, aksi penipuan serupa bahkan mencatut Pejabat Pemkab Bengkalis bukan kali ini saja. Namun sudah beberapa kali terjadi, penipuan yang mengatasnamakan Bupati, Wabup, Sekda dan beberapa pejabat publik lainnya.
Untuk itu dirinya tak bosan-bosannya mengimbau masyarakat agar tidak percaya dengan pesan bermodus seperti yang demikian. Hendrik juga menegaskan, aksi penipuan ini akan dilaporkan kepada pihak berwajib, agar aksi serupa tak terulang lagi dikemudian hari.
"Masyarakat agar selalu waspada dan tidak mudah percaya apabila mendapati hal seperti itu. Konfirmasi kebenarannya kepada pihak terkait atau mungkin bisa ditanyakan ke pejabat atau ASN yang dikenal,” pungkasnya. (Inf)***
Awalnya si penipu menyapa calon korbannya dengan memberikan informasi adanya lelang kendaraan roda empat oleh Kementrian Keuangan, penipu juga turut mengirim daftar harga mobil yang akan dilelang.
Menanggapi aksi penipuan mencatut nama putri Bupati Bengkalis ini, Kepala Dinas Kominfotik Kabupaten Bengkalis Hendrik Dwi Yatmoko, mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati. Jangan langsung percaya dengan aksi penipuan seperti ini.
"Kami mengimbau agar lebih waspada dan hati-hati. Jangan langsung percaya ketika dikontak oleh seseorang yang mengaku anak pejabat dari Pemkab Bengkalis,” ungkap Hendrik.
Seperti diketahui, aksi penipuan serupa bahkan mencatut Pejabat Pemkab Bengkalis bukan kali ini saja. Namun sudah beberapa kali terjadi, penipuan yang mengatasnamakan Bupati, Wabup, Sekda dan beberapa pejabat publik lainnya.
Untuk itu dirinya tak bosan-bosannya mengimbau masyarakat agar tidak percaya dengan pesan bermodus seperti yang demikian. Hendrik juga menegaskan, aksi penipuan ini akan dilaporkan kepada pihak berwajib, agar aksi serupa tak terulang lagi dikemudian hari.
"Masyarakat agar selalu waspada dan tidak mudah percaya apabila mendapati hal seperti itu. Konfirmasi kebenarannya kepada pihak terkait atau mungkin bisa ditanyakan ke pejabat atau ASN yang dikenal,” pungkasnya. (Inf)***